Purpose

Say what you want to say about Justin Bieber, tapi ada alasan kenapa dia jadi salah artis terlaris abad ini, dan digilai jutaan pemuda-pemudi :p

Belakangan ini saya salah satunya, lol.

Jujur sih, melihat downward spiral-nya beberapa tahun lalu, saya sempat mengira kalau dia bakal jadi mantan-artis-remaja-laris-yang-berakhir-menyedihkan. Dan meskipun saya masih demen sama lagu-lagu macam Baby, Never Say Never dan kawan-kawan, tapi lagu-lagu di album Believe yang bukan selera saya. Macam Boyfriend dan Confidence, uuuh ga suka. Rasanya kaya anak kulit putih yang trying to hard being black.

Tak kusangka tak kuduga, album terbaru Bieber, Purpose sungguh sedap didengar. Belum lagi vidoeklip Sorry dan What Do You Mean berisi dancer-dancer Royal Family, nggak bosen-bosen melihatnya. Kalau kata anak zaman sekarang, swag abis Kak!

Saya senang dik Justin kembali pada jalan ninjanya, menyanyikan lagu yang enak buat joged dan gampang nempel di telinga…. (alias, kayak kata nigahiga, repetition is catchy xD)

Ya sesuai lah dengan judulnya, Purpose: The Movement. *kemudian dipakein hashtag #semogakurus #jangankasihkendor*