Sincerely Yours

I know, this post was long overdue… =___=

Jadi, saya sudah menerbitkan buku kedua. Yay me. *datar*

Sebenarnya, saya cukup takjub karena saya bisa juga menerbitkan buku kedua ini. Jangan salah, saya masih hobi banget nulis. But believe me, being a published writer is an entirely different beast.

Setidaknya bagi saya yang punya self-doubt sebesar planet.

Boro-boro kayak penulis lain yang penuh percaya diri berderap menyambut waktu terbit bukunya dengan countdown dan aneka quote. Sampai sekarang saya masih suka panas dingin, gimana kalau buku saya nggak ada yang beli… kan kasian editor saya kalau nanti pas di rapat redaksi bahas penjualan buku. Jangan sampe beliau harus ngumpet di kolong meja…

Sebenarnya cerita di buku kedua ini ditulis segera setelah buku pertama selesai. But after my first book being published, I’m doing a very good job convincing myself that I’m just mediocre writer, writing a wishy washy hearty feely novel. 

Bukan masalah sih sebenarnya. Seperti kata my lord Stephen King tiap ada yang tanya, kenapa sih kamu nulis buku begitu-begitu aja. Beliau balik bertanya, What makes you think I have any choice?

Draf pertama selesai, nggak puas, ganti draf kedua, draf kedua selesai, nggak puas ganti draf ketiga… Begitu terus. Lupakan indahnya nulis Mahogany Hills yang cuma beberapa minggu, baca bentar lalu kirim. Nulis buku yang ini berasa masuk writer’s purgatory… xD

Logikanya, saya bisa meninggalkan cerita ini lalu memulai cerita baru. Tapi lagi-lagi, what makes you think I have any choice?

Akhirnya saya kuatkan tekad dan mengalokasikan Nanowrimo 2014 untuk menulis Sincerely Yours. Setelah mengalami 8734836 perubahan, draf yang ini beda banget sama draf pertama yang ditulis 2012 dulu.

Kirim ke ke editor, beberapa minggu kemudian balik ke saya, minta ada beberapa hal kecil yang diubah. Editor saya, mengira-ngira bahwa perubahan kecil yang beliau minta hanya butuh waktu satu sampai dua minggu, memasukkan Sincerely Yours ke jadwal terbit awal tahun 2015.

Yeah right, satu dua minggu…

Nyatanya, saya baru mengembalikan naskah saya enam bulan kemudian. Hahahaha. *ketawa pait*

Apa pasal? Karena saat editor saya mengembalikan naskah dan saya membaca ulang naskahnya, saya sungguh kaget… Siapa nih yang nulis, jelek banget!!! x)))

Dalam enam bulan itu, I tried my damnedest to rewrite and reshape the story… Stres juga sih sebenarnya, tapi ya mau gimana lagi… ini kan stres dibikin sendiri.

Pada suatu titik saya hampir bilang, “Mbak Raya, aku mau narik naskahku aja, aku nggak mau nerbitkan buku lagi. Not ever.”

Tapi di saat yang sama, saya menyadari kalau sebenarnya si Sincerely Yours sebenarnya nggak buruk-buruk amat.

Alasan saya terus-terusan mengeditnya bukan karena standar saya yang ketinggian, tapi mungkin karena, for some unknown, twisted reason, saya tidak sanggup berpisah dengan naskah yang ini… Probably developed some kind of Stockholm Syndrome or something. Setelah hampir 3 tahun disandera dua tokoh yang sama, kini aku tak ingin mereka pergi… T_____T

So I gritted my teeth, I plowed through words and sentences, I typed FINISH and sent them to my editor.

Naskah yang ini praktis berbeda dengan yang dibaca editor saya enam bulan yang lalu dan lagi-lagi, butuh beberapa perubahan kecil. Tapi kali ini, oh no no no, belajar dari pengalaman, sang editor tak membiarkan saya menyentuh naskah lagi dan meminta izin melakukan perubahan seperlunya.Toh hanya perubahan kecil yang tak terlalu krusial.

Baiklah, setuju. xD

 

Settingnya di kompleks-kota mandiri fiksional Kecapi Asri, Bogor. Tapi secara geografis sih saya mendeskripsikan Sentul. Lagian, Sentul artinya Kecapi. Maaf ya kurang kreatif, hehehe.

Meskipun wilayah Sentul cuma setengah jam dari tempat tinggal saya, tapi untuk urusan pendalaman seting (duileee) dan membangun mood saya lebih suka nonton video klip-nya Alexa yang syutingnya di Bukit Sentul ini.

Jadi ya begitulah.

Ada baiknya post yang sudah berkepanjangan melantur ini ditutup dengan hal-hal berguna, misalnya sinopsis dan gambar sampul buku, hehe.

26203135

Judul buku: Sincerely Yours
Penulis: Tia Widiana
Genre: Fiksi, dewasa, romance
Tebal: 248 halaman
Terbit: September 2015
Sebagai penulis novel thriller, orang kerap menyangka isi kepala Inge hanya seputar urusan pembunuhan. Terlebih lagi sikapnya yang pendiam dan lebih banyak mengurung diri di kamar.

Namun di mata Alan, Inge semanis penulis romance. Inge teman yang menyenangkan dalam segala hal. Alan dengan mudah dapat membayangkan Inge menjadi perempuan yang ingin ia nikahi, bukan Ruby… perempuan yang selama ini berstatus kekasih Alan.

Alan mewakili segala yang Inge inginkan dalam hidup. Kecuali satu hal… Inge tidak ingin mengulangi hal yang membuat hatinya terluka bertahun-tahun. Inge tidak mau Alan meninggalkan Ruby demi bersama dirinya.

Sebagai penulis, Inge selalu tahu bagaimana cerita yang ditulisnya akan berakhir. Tapi untuk kali ini, Inge tidak tahu bagaimana akhir kisahnya dengan Alan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: