King

Saya membaca Rose Madder karangan Stephen King sewaktu SMP. Ketika itu, saya sedang lahap-lahapnya membaca sehingga satu buku tebal bisa dibaca selama sehari dua hari saja (sekarang sih jangan ditanya, baca sehari satu bab aja langsung pengin sujud syukur).

Ceritanya lupa-lupa ingat, tapi memang agak ngeri buat dibaca anak umur tiga belas tahun.

Tadi malam saya ‘tersesat’ ke blog penerjemah Rose Madder, Mbak Tanti Lesmana dan tercenung membaca kutipan ini :

Mesin yang selama sekian lama berjalan begitu mulus, sekarang telah berhenti. Mesin ini tidak rusak, tapi tetap saja mesin ini sudah berhenti. Ada bensin di tangkinya, businya pun berfungsi, dan akinya bagus, tapi mesin penghasil kata itu sudah berhenti bekerja di bagian dalam kepalaku. Aku telah menutupinya dengan terpal. Mesin itu telah berfungsi dengan sangat baik selama ini, dan aku tak ingin ia kotor oleh debu.

Sebuah kalimat, bahkan sebuah buku, ketika seseorang merasa tidak memiliki keterikatan apa pun padanya, akan lewat begitu saja.

Namun ketika dia merasa menemukan dirinya dalam buku dan kalimat tersebut, maka ada perasaan perih yang membuatnya susah terlupa, kadang sampai enggan melepaskan…

Advertisements

4 thoughts on “King

  1. Mbak Tia, selamat hari blogger nasional…

    Mahogany hills-nya bagus anyway 😉 *nyodorin novel minta ditanda tanganin* 😀

  2. “Namun ketika dia merasa menemukan dirinya dalam buku dan kalimat tersebut, maka ada perasaan perih yang membuatnya susah terlupa, kadang sampai enggan melepaskan…”

    ini yang bikin book hangover.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: