Petualangan Sherlock Holmes

Dua hari yang lalu, ujug-ujug si H ngidam box set Sherlock Holmes. Idih! Kenapa harus Sherlock sih? Kenapa dia nggak ngidam box set-nya Thomas Harris aja biar saya nggak kudu keluar duit dari kantong sendiri? *culas*

Jadilah kita keluar malam-malam menuju Botani Square. Sampai di Gramedia, mau sekalian isi Flash, tapi ternyata nggak bisa karena ada gangguan. Yaelah, udah dua kali niat ngisi nggak bisa mulu. Yang pertama sih karena cuma belanja satu buku ya dijabanin. Kali ini berhubung harganya lumayan, jadi rada sayang kalau nggak pake diskon Flash. Kurang frugal ah kalau menyerah begitu saja.. πŸ˜†

Maka demi pengiritan, berangkatlah kita ke Gramedia Ekalokasari. Sebenernya kalau bukan karena letaknya yang lebih jauh dari rumah, paling enak belanja di Gramedia Ekalokasari. Penataan komiknya lebih rapi, jadi carinya gampang. Kalo beli komik di Botani, aduh pusiiing liat berantakannya. Bikin mundur sebelum berperang…

Di Gramedia Ekalokasari nggak ada gangguan, jadi kita isi Flash trus dipake buat beli box set Petualangan Sherlock Holmes, dan 3 buah komik.

Sampai di rumah, kok ada perasaan nyeri yah ngeliat si box set ini.

Mungkin lebih tepatnya perasaan iri sih, soalnya sadar kalau kecil kemungkinan ada box set Hercule Poirot. Bukunya terlalu banyak soalnya, ada kali sekitar 42 buku. Udah kayak jumlah volume komik Dragon Ball ajah. Lagian secara popularitas, emang jauh lebih populer Sherlock Holmes πŸ˜€

Saya emang suka banget sama serial Sherlock BBC (yang tiap seasonnya cuma 3 episode tapi nunggunya sampe 2 tahun itu loh), tapi kalau soal bacaan detektif, gini-gini saya fans setia Hercule Poirot. Pernah sekali coba baca Sherlock, eh kok nggak selesai… πŸ˜†

Yah tapi sekarang berhubung ada bukunya mungkin mau coba baca lagi… πŸ˜›

Jadi beruntunglah Sherlockian, sementara para penggemar Poirot kudu mengoleksi sedikit-sedikit (dan kadang dalam kover yang berbeda-beda pula), cerita Sherlock Holmes lengkap bisa didapat sekaligus dalam box set cantik ini. :mrgreen:

Judul Lengkap

Sembilan Judul Lengkap Sherlock Holmes

Novel
Penelusuran Benang Merah/A Study in Scarlet (1887)
Empat Pemburu Harta/The Sign of the Four (1890)
Anjing Setan/The Hound of the Baskervilles (terbit secara berseri selama tahun 1901–1902 di The Strand)
Lembah Ketakutan/The Valley of Fear (terbit secara berseri selama tahun 1914–1915 di The Strand)

Antologi
Petualangan Sherlock Holmes/The Adventures of Sherlock Holmes (berisi cerita yang terbit selama tahun 1891–1892 di The Strand)
Memoar Sherlock Holmes/The Memoirs of Sherlock Holmes (berisi cerita yang terbit selama tahun 1892–1893 di The Strand sebagai kelanjutan Petualangan Sherlock Holmes)
Kembalinya Sherlock Holmes/The Return of Sherlock Holmes (berisi cerita yang terbit selama tahun 1903–1904 di The Strand)
Salam Terakhir/ His Last Bow (berisi cerita yang terbit tahun 1892 serta antara tahun 1908–1913)
Koleksi Kasus Sherlock Holmes/The Case-Book of Sherlock Holmes (berisi cerita yang terbit antara tahun 1921–1927)

sumber : laman wikipedia Sherlock Holmes

Sebagai bonus, theme song dari Sherlock BBC One, The Game is On.

Teng teng teng terererteng teeeeng…..!

 

Advertisements

13 thoughts on “Petualangan Sherlock Holmes

  1. Waaa, Sherlock! Aku baru liat ada boxsetnya. Aku juga sesungguhnya ga pernah sampe gimana banget sama Sherlock ini. Dulu baca juga karena si mantan pacar nyuruh baca ini, ngahahaha. Aku juga lebih sering baca si Hercule Poirot sih. Tapi, emang kalah populer sih sama Sherlock. Apa harus ada Hercule Series dulu? Yang main Mads Mikkelsen gitu kali ya baru deh populer.

    • lol, aduh kok aku malah geli bayangin Mads jadi Poirot. Dia kan ganteng nan karismatik. Harusnya cari aktor Belgia yang ndut dan berkepala bulat telur. x))

      Tapi ya itu, mungkin karena deskripsi fisiknya lucu salah satu alasan doi nggak terlalu populer. Orang kan sukanya yang ganteng dan out-of-the-box *kayaknya sih* πŸ˜†

      • kepala bulat telur, kumis klimis nan simetris yang rajin disisir. cukup out of the box kan? dan sepanjang yang saya tahu, nggak ada keterangan kalo poirot itu jelek, bisa aja kan doi ganteng hehehe

        sherlock di film juga kayanya kebagusan deh, di novelnya perasaan lebih mengandalkan otak, nggak ngejar2 penjahat di lapangan apalagi berantem. malah hobi eksperimen sama drugs sampe apatermennya penuh asep. secara kebiasaan hidup, lebih sehat poirot kemana2 :p

        • wooops, my bad… πŸ˜€ maksud saya sebenernya, Mads bukan nggak cocok saking gantengnya, tapi karena doi kurang bulat dan kebapakkan. Juga terlalu dingin, Poirot kan hangat dan penyayang, Perancis banget lah, Enggak kebayang Mads jadi pensiunan polisi.. πŸ˜›

          Yep, bener, malah Sherlock di serial diceritain berhenti ngerokok. Mungkin demi lolos di jam tayang prime time. Nggak mungkin ada adegan doi lagi pake opium kayak di novel-novelnya.

  2. wah sama, pengalaman pertama baca sherlock (The Hound of the Baskervilles) dan poirot (Curtain) dulu, poirot bisa dibaca sampe abis sementara sherlock mentok 3 bab doang gegara bahasanya yg lebih berat (vocab pembacanya pas2an sih :p).

      • muter juga sih, cuma mungkin pilihan katanya lebih gampang buat anak SMA yang vocabnya pas2an hehe.

        walaupun terkenal, novel sherlock yang bahasa Indonesia agak susah didapat dulu. Jadi seria detektif yang dibaca dulu ya trio detektif, empat sekawan, sama hercule poirot (sempet nyoba miss marple juga tapi nggak gitu suka walaupun sama2 agatha chritie)

  3. Lebih suka Poirot karena penyelesaian kasusnya “cukup sederhana”, ga semuluk-muluk Sherlock yang penuh detail bombastis. Poirot sejenis puppet master yang munculnya jarang tapi sekali muncul efeknya wow *mulai lebay* :mrgreen:

    Eh Agatha Christie terbitan sekarang penerjemahnya ganti ya? Agak terasa beda pas dibaca.

    • Iya, betul betul… Kalo secara penyelesaian, Poirot kayaknya memang lebih “rendah hati” πŸ˜€

      Kurang tau, tapi aku juga curiga diterjemahkan ulang. Di cetakan lama editor/penerjemahnya kadang pake nama Dra. alias doktorandus.
      Mungkin sekalian diremajakan? Sayang sih, padahal klasik. Cuma emang ada beberapa yang mungkin bakal lucu kalau nggak diganti πŸ˜€
      (Salah satu contohnya, di terjemahan tahun ’91 ada dialog Hasting yang bunyinya, “Masya Allah, Poirot!” πŸ˜† )

  4. Selama masih ada versi gratisnya di internet, aku belum minat buat beli box set Sherlock. Iya, aku memang pelit. Wait, bukan pelit sih kaya’nya, tapi beda minat dan prioritas aja. πŸ˜†

    • Err, kalau nggak terlalu minat-minat amat ya emang nggak usah beli kali yah. Sayang-sayang, kalo cuma jadi pajangan yang kemahalan πŸ˜†
      Saya juga kalo ditanya sih nggak pengin kok, lebih kepengin Hannibal… :mrgreen:

  5. Mbak, tau tempat dimana beli box set sherlock terbitan ini ga? Soalnya dah nyari kemana2 dah ga ada. Mohon kasih tau ya mbak kalo tau tempat yg masih sedia sherlock versi gramedia ini. Pengen banget punya koleksi yg satu ini… Makasih mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: