Full House

Full House lagi rerun di ANTV and it brings back good memory. I feel like teenager all over again 😀

(Nontonnya sambil ngolesin krim anti-aging di muka).

Inget banget Full House tayang di Indosiar di masa-masa awal saya kuliah. Cuma waktu itu sekilas aja dan berhubung tayang sore, tiada mungkin bisa nonton karena bentrok ama jadwal praktikum.

Biasa, ngga ada bakat hipster, jadilah saya baru jatuh secinta-cintanya di tahun kedua atau ketiga kuliah. Itu karena disuapin sama temen saya, dipinjemin lengkap semua episodenya, kecuali episode terakhirnya yang ngga ditonton sampe selesai karena CDnya klo diputer bikin komputer saya menggerung macam blender.

Satu hal yang saya paling suka dari Full House adalah…

this cute little baby!

(Bagian mana yang disebut ‘little‘? Kenop pintunya?)

Bukaaan, saya bukan penggemar rumah gedong, ngebayangin kudu nyapu dan ngepel aja saya ogah. But I’m a sucker for natural light and fresh air. 

Full House was filmed in the Gwangyeok-si area of Incheon. Located near Incheon International Airport, it’s a ten-minute boat ride from Sammok Harbor to this quiet, seashore getaway. Unlike other filming locations in Korea, this is an actual house. Made mostly of wood, this house, made especially for the miniseries, cost approximately one million US dollars to build. The beachfront property looks out onto open waters, with elegant views that could be used on any postcard. Many fans of the miniseries make a pilgrimage to this now famous home. Nearby sightseeing locations include Jogak (sculpture) Park on Modo Island; a bridge connects these two islands.

Dan sejuta dollar aja gituuh.. Ngga heran lah ya.

Biar kata natural light, ngga berani seakuarium rumah Full House.. Kalo diperhatiin nih, jendela segede-gede itu ngga ada satu pun yang dikasih gordyn atau seenggaknya blind.  Horor amat, takut tiba-tiba ada yang nongol di jendela. Graaaw.

Tapi sungguh demi apa pun dan semoga Tuhan mengizinkan, agar saya tinggal di rumah berkaca bening, jangan kaca riben.. Amin.

Abis kenapa ya orang jaman sekarang demen bener ama kaca riben? Rumah yang saya datangi yang berkaca bening biasanya yang dibangun sebelum tahun 90an. Demi privasi?

Padahal jendela berkaca bening (dan virtrase putih yang cemerlang) itu udah yang paling bener deh.. Instant home sweet home! :mrgreen:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: