Nyasar

Nyasar dalam Buku : Interworld – Neil Gaiman, Michael Reaves (2007)

Aku begitu mudah tersesat sampai-sampai aku tidak bakal bisa menemukan telapak tanganku meskipun kau sudah menggambarkan petanya di punggung tanganku. – Joey Harker

Joey Harker bahkan bisa tersesat dalam rumahnya sendiri. Tapi kemudian Joey menyadari bahwa dia tidak benar-benar tersasar. Dia bisa Berjalan melintasi dunia alternatif, menembus portal dunia dengan pikirannya.

Di dalam buku ini, dunia-dunia alternatif terbagi menjadi dunia yang mengandalkan sihir dan teknologi, dan ada dua kelompok yang terus-terusan berusaha mengembangkan daerah kekuasaan mereka. Kelompok Sihir ingin menguasai dunia yang berbasis teknologi dan sebaliknya.

InterWorld adalah sekelompok pejuang dan Pejalan yang berusaha menjaga dunia agar tetap seimbang. Yang bikin keren, InterWorld terdiri dari Joey Harker yang berasal dari berbagai dunia. Nama mereka mirip-mirip, dan penampilannya pun mirip, meskipun ada yang perempuan, ada yang bersayap, ada yang setengah robot dan ada yang setengah serigala.

Saya suka dengan teori dunia alternatif yang pertama kali saya kenal lewat komik Doraemon.

Doraemon menjelaskan pada Nobita, bahwa dunia alternatif akan terbentuk apabila kita membuat keputusan dari berbagai pilihan. Maka pilihan-pilihan lain yang tidak terambil akan membentuk dunia alternatifnya sendiri.

Teori dari Doraemon terngiang-ngiang dari sejak saya pertama membacanya belasan tahun lalu sampai sekarang. Karena, terbayang dong berapa banyak dunia alternatif yang terbentuk oleh banyaknya pilihan dari bermilyar manusia di Bumi?

Buku ini menawarkan teori yang “mengisi” yang saya pertanyakan dari teori dunia alternatif-nya Doraemon. Satu Harker menjelaskan bahwa kita perlu mengingat bahwa dunia alternatif tidak sembarang terbentuk dari keputusan kita, karena bila tidak “kau akan merasa lumpuh bila harus memilih menggunakan kaus kaki hijau atau kelabu hari itu”.

Dan kalaupun memang ada dunia yang terbentuk dari pilihan sepele kita, kemungkinan umur dunia itu hanya akan bertahan beberapa nano detik sebelum mengerut lalu meledak.

Karena saya suka dengan Neil Gaiman dan saya suka teori dunia alternatif, maka saya memberi buku ini dengan nilai 4 bintang. 😛

Saya baca yang terbitan Gramedia dan terjemahannya bagus. Saya bisa ngebayang ini kayaknya jenis buku yang pasti bikin penerjemahnya jumpalitan mikir padanan atau ada beberapa yang dibiarkan lost in translation.

Walaupun begitu, buku yang njilmet oleh teori-teori dan bahasa-bahasa aneh (Michael Reeves sepertinya yang punya andil besar) ini tetap enak dinikmati karena gaya penulisan khas Neil Gaiman bikin kita lebih gampang menvisualisasikan cerita yang lagi dibaca.

Cukup mengenyangkan untuk buku YA yang tidak terlalu tebal.

.

Nyasar dalam Cinta : Lost In Love – Air Supply (1979)

You know you cant fool me, I’ve been loving you too long..

It started so easy, you want to carry on..

Lost in love and I dont know much. Was I thinking aloud and feel out of touch?

Now I’m back on my feet and eager to be what you wanted.

Aslinya sih saya cuma pengen nulis soal lagu ini doang, tapi karena ngga tau mau nulis apa (oksimoron) jadi ngelantur kemana-mana.

Lagu ini enak deh. Walaupun saya ngga terlalu paham maksudnya apa (ada yang mau berbaik hati jelasin?)

Mungkin semacam lagu ngarep?

Pleus lagu sombong. (Kamu ngga bisa nipu Abang, Dik, Abang udah terlalu lama mencintai Adik)

Dan kemungkinan lagu yang menandakan si tokohnya pernah labil tapi sekarang sudah penuh determinasi. (Sekarang Adik bilang deh, Adik mau abang pegimana…)

Lagu ngarep yang ceria. Biasanya kan kalo udah dari judul aja ada kata Lost-nya, udah aja.. Bawaannya pasti ada yang salah deh.

Sekedar pengumuman penting, saya lagi suka banget denger lagu ini. Setelah kemarin sukanya yang Two Less Lonely People In The World. Mungkin minggu depan giliran Even The Nights Are Better. Semacam siklus Air Supply. :mrgreen:

Advertisements

4 thoughts on “Nyasar

  1. Terus terang Interworld bukan cangkir saya. Pengaruh Michael Reeves memang besar sekali. Lebih suka The Omen, yg campuran Neil Gaiman & Terry Pratchet terasa pas di otak saya. Tapi alur cerita dan berbagai teori di dalamnya memang asik.

    ps. headernya bagus.
    :mrgreen:

  2. saya sendiri butuh waktu 2 bulan buat baca buku ini. kalimat-kalimatnya rada susah buat saya cerna.
    kalo ngga suka2 banget kali udah nyerah aja deh, ga mau nerusin.. 😆

    hoo.. iya, lucu. apa themesnya sekalian ganti jadi K2 ya? #mintasaran #nostalgia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: