Midnight Sun dan Alasan

Stephanie Meyer dianggap terlalu mencintai Twilight Saga, sampai-sampai dia membuat sendiri fanfiction dari buku pertama Twilight Saga.
Yep. Midnight Sun.

Stephanie Meyer kecewa luar biasa ketika 12 bab di draft pertama Midnight Sun bocor 2 tahun lalu. Dia menuliskan surat publik yang emosional, mengatakan betapa hatinya hancur, dia merasa lumpuh untuk meneruskan Midnight Sun dan proyek ini dihentikan hingga waktu yang tak terbatas.

Saya seharusnya bersimpati dengan Stephanie Meyer. Dan meskipun file Midnight Sun yang saya ambil resmi, diunduh langsung dari web milik Stephanie Meyer, tidak bisa dipungkiri bahwa Stephanie memang tidak pernah benar-benar ingin karyanya ini dibaca sebelum waktunya.

Tahu kalo kita ingin melakukan sesuatu yang salah, kemudian seperti ada perasaan ngga enak? Atau seperti ada suara kecil di telingamu yang berbisik agar jangan melakukannya?

Itu, teman, dinamakan nurani. Kesadaran. Hati kecil.

Nurani saya melarang saya membaca Midnight Sun.

Tapi saya tetap menerabas.

Tidak seperti nurani milik orang lain, maka nurani saya tidak menjerit saat saya tidak mendengar bisikannya.
Dia cuma diam saja, dengan dongkol memeperhatikan saya sambil melipat tangan di depan dada, menunggu saat yang tepat untuk berkata “Tuh kan! Aku bilang juga apa!” jika saya akhirnya menyesal karena membaca
Midnight Sun.

Saya menyesal mebaca Midnight Sun dengan alasan yang sudah diprediksi oleh Stephanie Meyer: bahwa saat kamu melihat karya yang baru setengah jadi, maka kamu mendadak merasa punya hak untuk membelokkan cerita itu.

Semua orang merasa duduk di kursi milik Stephanie Meyer. Kursi penulis. Pemilik kuasa tunggal di semesta Twilight Saga.

Midnight Sun adalah Twilight dari sudut pandang Edward.

Intinya cerita midnight Sun kurang lebih begini:

Kau berumur 150 tahun. Kau bisa mendengar pikiran semua orang. Kau merasa kewalahan dan mendeskripsikannya sebagai “aliran air bergelembung yang deras membanjiri pikiranmu”. Kau bisa mendengar semua hal yang tak ingin kau dengar; rahasia-rahasia kelam, pikiran tak pantas, sakit hati, keraguan. Semua.

Kau merasa tersiksa, kau sebenarnya tidak ingin memiliki kemampuan ini. Kau merasa lelah berkepanjangan karena kau harus mengendalikan kemampuanmu.

Tapi kau memahami kalau kau dapat menggunakan kemampuanmu untuk kebaikan, melindungi keluargamu. Agar bila ada satu saja kecurigaan tentang sekelompok orang berwajah pucat yang tinggal di rumah keren pinggir hutan, maka kau bisa membuat peringatan awal.

Sampai seorang gadis datang ke sekolahmu.
Gadis yang tidak bisa kau dengar pikirannya. Gadis yang membuatmu sampai mengerahkan seluruh kemampuanmu, berkonsentrasi. Karena kau bisa mendengar pikiran semua orang di dunia ini, tapi kau tidak bisa mendengar pikiran si gadis.

Kau mulai memperhatikan gadis ini, mencoba menemukan celah untuk membaca dan men-scan pikiran-pikirannya. Tapi kau gagal. Egomu terluka.

Kau menyerah membaca pikirannya. Kau melakukan seperti yang manusia lain lakukan saat mereka mencoba berinteraksi. Kau mencoba memahaminya.

Dan kau berakhir naksir padanya.

Oh bukan naksir. Naksir itu untuk manusia. Kalau kau imortal, mengendarai Volvo S60R ke sekolah dan Aston Martin V12 Vanquish ke pesta perpisahan, maka tepatnya hal yang terjadi padamu adalah tergila-gila.

Tergila-gila itu meliputi membuntutinya dan mengawasinya tidur setiap
malam.

Jadi, ternyata bila dikurangi vampir dan manusia serigala, Twilight Saga itu sekedar teenlit dengan cerita klise saja tentang anak perempuan murid pindahan dan anak lelaki yang penasaran?

Naaaaah, tentu saja bukan begitu.

Becanda. Tentu saja iya. Begitu.

Tapi buat saya klise itu tak jadi soal. Saya tidak protes. Tidak ada  yang baru di dunia ini. Dan semua cerita memang klise.

Jika situasinya seperti yang saya jelaskan, dan jika Midnight Sun adalah salah satu buku RL Stine dimana pembaca bisa menentukan sendiri jalan ceritanya, maka paling yang ingin saya ubah dari Midnight Sun adalah alasan Edward mencintai Bella.

Apa? Itu tidak penting? Cinta tidak butuh alasan?

Ya?

Dan dari bintang konstelasi mana kau berasal?

Apa kau tidak makan dan cukup minum embun untuk menopang hidupmu?

 

Kau bisa membaca pikiran. Cek.

Kau membenci kemampuanmu. Cek.

Kau harus mengendalikan kemampuanmu, mengerahkan tenagamu agar tidak terlalu sering mendengar pikiran orang. Cek.

Jadi kenapa kau mencintai seseorang karena kau tidak bisa mendengar pikirannya?
Kenapa kau tidak mencintainya, karena dia adalah satu-satunya orang yang membuatmu merasa nyaman?

Karena kau tidak bisa mendengar pikirannya?

Karena setelah bertahun-tahun, kau bisa tenang dan pikiranmu sepi, dan kau tidak perlu berusaha terlalu keras untuk tidak mendengar yang tidak ingin kau dengar.

Maksudku, betapa damainya..

Advertisements

33 thoughts on “Midnight Sun dan Alasan

  1. Lucunya, berkebalikan dari Eduardo Collina (mungkin kalau settingnya di Italia, namanya jadi begitu :-P), kadang aku pingin bisa baca pikiran orang karena sering terluka akibat ga tau apa yang sebenarnya dipikirkan orang lain 😆

    Tapi, kalau diliat2 dari kasus Edward dan beberapa tokoh fiksi lain yang bisa membaca pikiran, ternyata membaca pikiran tidak semudah dan semenyenangkan itu 🙂

  2. saya juga pernah baca midnight sun yang ada di web resminya…

    “Jadi, ternyata bila dikurangi vampir dan manusia serigala, Twilight Saga itu sekedar teenlit dengan cerita klise saja tentang anak perempuan murid pindahan dan anak lelaki yang penasaran?”

    betul. tambahkan cinta segitiga yang tak pernah berakhir. dan baru saya sadari setelah tidak lagi tergila-gila pada cullen yang badannya-berkilau-seperti-berlian-saat-terpapar-sinar-matahari itu.

  3. @ shinra : paling bagus dan aman emang langsung ditanyain aja, “eh kamu kenapa sih?”.
    nah kalo udah dijawab “ngga apa-apa” tuh, ya udah habis perkara… 😆

    iya, kebanyakan kok karakter fiksksi yang mind reader tersiksa gitu ya?. kalo karakternya dibikin ngga kuat mental mungkin pada jadi pertapa semua di gunung.. harusnya dibikin yang kepo abis, biar malah jejingkrakan. :mrgreen:

    @ evillya : lol. sama, saya juga turun derajat dari fans S. Meyer jadi cukup pembaca aja.
    buku khatam tapi ngga begitu kuat nonton filnya, cuma berhasil yang Twilight aja, lainnya ngga pernah liat dan ngga tau.
    abis asa penggemar juga terlalu heboh ama Pattinson dan Stewart. Padahal saya ilfil akut ama mereka.

    eh tapi selama baca Twilight lebih naksirnya ama kulit dingin dan badan sekeras marmernya itu. sampe frustasi saya ngebayangin. 😆

    • saya belum baca yang breaking dawn, dan belum tertarik untuk mencari pinjamannya 😀 new moon & eclipse sudah bikin saya ilfil, ditambah fans pattinson & stewart yang heboh bukan buatan. filmnya? nonton twilight saja cuma setengahnya, sisanya ketiduran :p

  4. saya ga suka buku2nya s. meyer. entah kenapa. nggak nyambung aja rasanya. nggak terlalu menarik untuk dibaca, nggak kayak harry potter yg saya rela untuk membaca sehari semalem gara2 penasaran 😀
    filmnya jg ga suka. hahaha 😀

  5. @ evillya : ceritanya ngga nguatin ya? :mrgreen:

    @ jasmineamira : kalo begini2an, suka ga suka, emang balik ke selera sih, kalo emang ngga suka emang biasanya ga bakal tahan baca atau nonton 😀

  6. saya juga pernah baca dari web-nya miss Meyer ttg Midnight Sun..g nyangka ternyata ada postingan yg mereview-nya.. 🙂
    awalnya penasaran ama Twilight series..ternyata cuma cerita romance biasa..(untung cuma beli twilight aja)..
    apalagi karya S.Meyer yg The Host..malah lebih biasa2 aja..lebih menarik Dan Brown series (eehh..malah ngelantur ;p)

  7. hahaha… dan yang paling ngga nahan dari S Meyer itu deskripsinya. panjuaang.. 😆
    aku juga suka baca Dan Brown, walopun sebenernya juga gitu-gitu aja sih, karakter di novelnya Dan Brown tipikal, mirip Langdon semua.. :mrgreen:

  8. Numpang komentar ya.. setuju sm pendapat km soal alasan Edward mencintai Bella… Ga logis sama sekali.

    Katakanlah hal itu menarik perhatian Edward, tp ga lantas bikin dia jatuh cinta mabuk kepayang sm gadis yg biasa2 aja model Bella kan?

    Meski menurut saya Miss Stewart agak cantik utk dikatakan biasa saja dan Mr. Pattinson terlalu standar untuk dikatakan sangat sempurna seperti yang ada di buku.

    • Meski menurut saya Miss Stewart agak cantik utk dikatakan biasa saja dan Mr. Pattinson terlalu standar untuk dikatakan sangat sempurna seperti yang ada di buku.

      This.

      Deskripsinya emang beda banget. Emang sih, di novel pun si Eddie rada labil, tapi minimal terbantu dengan tampilan fisiknya. :mrgreen:
      Tapi jangan2 itu yang bikin Twilight laku keras; menanamkan mimpi klo gadis standar pun bisa dapet pangeran 😆

  9. Iya.. jadi gadis2 standar bisa bermimpi bahwa seorang pangeran ganteng bisa saja mencintainya dengan sebuah alasan yg ga logis. Hahhahah

  10. tante stephanie ayo dong jgn nyerah buat nulis novel midnight sun soalnya aku penasaran sama ceritanya

    -angelica always wait-

  11. @ angelica : sementara nunggu bisa baca The Host juga lhoo. setting dan jalan ceritanya beda sih, cuma lumayan kok sebagai pengobat rindu 😀

    @ ragceo : ehehehe, cup cup, ini nggosip doang kok, ngga ngerepotin.. ;p

  12. Sy ko gak bosen2 tuh baca seri twilight saga,apa karena belum bosan aja (rada telat engeh si sm novel & filmnya,maklum br kembali ke bumi :p).sedikit penasaran sm kelanjutan midnight sun.entahlah mungkin karena otak sy terlampau dangkal untuk menyerap cerita2 semacam harry potter & sekelasnya,sehingga sy lebih menyukai jenis2 novel ringan seperti ini.hanya saja sy jd cukup penasaran,pada siapa aktris/aktor yg lbh cocok menggantikan stewart & pattinson?

    • kayaknya itu soal selera deh, bukan urusan otak atau apa… saya juga suka-suka aja sama Twilight tapi enggak ada yang nganggep otak saya dangkal tuh, santai aja… :))

      enggak tahu siapa yang cocok, enggak mikirin. saya enggak terlalu suka sama filmnya, lebih suka baca bukunya. :mrgreen:

  13. entah kenapa saya slalu menemukan hal baru walau telah menontonnya lalu membaca versi bukunya dalam versi bella, jacob dan sekarang midnight sun,versi milik edward. ternyata hal-hal sepele dan remeh dan biasa-biasa saja akan jadi kekuatan yang mengesankan, pegangan bagi orang-orang yang dapat melihat sesuatu yang orang lain tak lihat. saya analogikan anda mengalami pengalaman hidup mati yg mengguncang jiwa anda begitu dalam namun ternyata anda diberi kesempatan kedua untuk menjalani hidup anda kembali, maka anda akan melihat kehidupan dengan perspektif yg berbeda, anda akan lebih menghargai kehidupan dan hal-hal kecil akan membawa dampak yg berbeda dari hidup anda sebelumnya. namun kebanyakan orang tidak mendapat kesempatan kedua dan akhirnya terlalu terlambat menyadari bahwa ia kehilangan banyak hal yg berguna semasa hidupnya.
    itulah pelajaran yang saya dapat setelah melahap seri twilight yang mengesankan. novel yang sebanding dalam meng-eksplore hal-hal remeh dan biasa menjadi berharga dalam negeri saya rasa adalah karangan-karangan karya habiburahman el-shirazy, salah satu pengarang favorit saya selain sidney sheldon dan agatha christie

  14. Ngfans bgt ama film the twilight saga,gk suka bca novelnya,mlah suka nnton filmnya abisnya ngfans bgt ama edward cullen as Robert pattinson .. gk bkal bosen dehh nnton Twilight, mmpunyai mmpi, kpn ya tayang lg lanjutan dr “the twilight saga breaking dawn part3” ? Udh kngen bgt ama peran edward cullen… 😀

  15. Mungkin bagi seorang vampir cinta itu membutuhkan alasan agar hal yang ia kerjakan terasa menarik. memang alasan yang tidak logis ‘karena ia tidak bisa membaca pikiran si gadis’ tapi cukup logis bagi saya karena jika seseorang sudah terbiasa bisa membaca fikiran orang lain.. dan seketika ia menemukan sesuatu yang beda , diluar kemampuannya.. itu membuatnya penasaran dan mendalami sampai ia jatuh cinta karena ia menemukan hal yang ‘istimewa’ dalam gadis itu.. itu cukup logis kan.. bagi saya ini cerita yang menarik.. fiksi atau ya mitos.. membuat otak kita berimajinasi.. sesuatu yang bagus.. membayangkan dunia mahluk lain dalam kehidupan..

  16. waktu baca novel twilight pertama kali, saya merasa terbang ke usia 16 tahun . Padahal saat itu usia saya sudah 32 . Waktu nonton filmnya, saya dibully sama teman teman karena berlaku tdk sesuai umur Memang bener sih, Harus diakui , film itu ga terlalu keren, make up artisnya payah dan special efeknya mungkin perlu belajar lebih keras . Tapi tak ayal saya menamatkan twilight saga sampai halaman terakhir. dan menonton semua filmnya di bioskop .
    Sepuluh tahun kemudian, saya baru menemukan Midnight Sun dan melihat Twilight dari sisi yang lain . Agak beda dari novel 50 shade told by Christian (yang kabarnya terinspirasi dari Twilight ) krn di situ karakter Edward terungkap agak beda , dan dialog Jacob – Bella nampak lebih natural dan sesuai usia ” manusia”

  17. setuju, sy jg sependapat dgn ini semacam kisah romance biasa yg dibumbui makhluk lain, tp emang soal selera yah, sy jg suka bgt ama cerita tante meyer ini sampe ulang2 bacanya semua bukunya, kalo filmnya ga sedetil novelnya ya, jd krng greget aja meskipun robert pattinson emang daya tarik yg sempurna, hehe..
    mdh2an midnight sun bs lanjut lg krn sy jg ikut penasaran ama ceritanya, pliss tante meyer keep up the good work!
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: