Maaf Untuk Yang Tadi Siang

ditulis di sobekan tengah buku tulis, yang footernya bertuliskan “siapa yang rajin maka pandai”.

Maaf karena saya tidak menoleh saat kamu panggil tadi siang.
Berapa kali saya bilang agar kamu tidak menyapa saya di sekolah?
Saya tidak suka. Anggap kita ngga pernah kenal.
Apa kata orang kalau nanti ketahuan saya punya temen perempuan?
Tunggu, biar saya luruskan sesuatu. Cuma karena kita bertemu seminggu 2 kali di les karate, bukan berarti kita teman.
Lagipula, alasan kita ikut les karate beda. Saya biar kuat. Kamu, biar asmamu mendingan.
Dan saya sudah ban hitam. Kamu naik ke ban kuning saja susah sekali kelihatannya.
Jujur saja, semua teman-teman saya sudah mulai meledek saya ada apa-apanya dengan kamu gara-gara kamu nengokin saya waktu saya lagi istirahat di UKS. Siapa sih yang bilang ke kamu kalo saya sakit? Saya di UKS karena pengen bolos kok.
Apalagi waktu itu kamu ngasih saya dua tangkup roti selai kacang.
Sebenernya sih rotinya enak. Sial sekali karena Ardi keburu datang, dan dia keburu tergelak melihat kita.

Makanya itu aku langsung menaruh roti selaimu di meja dan memunggungi kamu dan bilang ga enak.

Aslinya, roti itu enak. Dan perut saya saat itu perih kelaparan.
Sampai berminggu-minggu setelahnya, Ardi masih meledek kita yang katanya seperti suami istri yang canggung.
Apa itu canggung?
Asal kau tahu saja, Ardi punya pacar. Anak Bahasa yang kerjaannya menulis-nulis. Mungkin pacarnya itu yang ngajarin.

Saya rasa anak SMA memang tidak usah pacar-pacaran, lihat tuh sudah ada contohnya. Si Ardi. Otak jadi konslet.
Jadi saya ingin bilang ini:ย “Maaf, sebenarnya roti kamu enak, dan terima kasih.”
Tetap saja, saya tidak suka kamu memanggil-manggil waktu saya sedang berjalan di lorong bersama teman-temanku.ย Dan waktu itu saya sudah hampir masuk kantin.
Tapi, andai saya tau kalo kamu memanggil saya untuk pamitan, andai saya tahu kalo kamu akan pindah sekolah dan besok saya tidak akan bisa melihatmu dan kuncir kudamu itu, saya pasti akan menoleh.

Advertisements

11 thoughts on “Maaf Untuk Yang Tadi Siang

  1. Ya santai sajalah, saya masih bisa kontak kamu lagi via internet atau telepon toh? Dan saya kadang masih akan kembali ke kota itu lagi, jadi tunggu aku saja ya. ๐Ÿ˜‰
    lepas kuncir ekor kuda ๐Ÿ˜ณ

  2. Saya rasa anak SMA memang tidak usah pacar-pacaran

    Lucu sekali ini, kemarin aku bilang begini ke adekku yg SMA setelah dia putus sama pacarnya ๐Ÿ˜†

    • Jadi komenku di-like sama si adek, eh tapi hari ini statusnya mengisyaratkan dia kembali lagi sama si ceweknya. Beneran tobat sambel emangan ๐Ÿ˜†

  3. ah, unyu sekali cerita ini. Bener. Dan betul, anak SMA tidak usah pacar-pacaran. Nanti aja kalo udah slesai kuliah, kerja, ketemu lagi pas reuni, langsung nikah.. deh. *eh*
    :mrgreen:

  4. mbak tia, tolong jelaskan pada saya. ini kisah fiksi yang dikarang sendiri olehmu? atau kisah menapak tilas berpuluh tahun silam? atau sekelebat ide unik yang kemudian diabadikan dalam kotak unyuu strawberry avalanche? atau apa? apa? apa?

    sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: