Menerima Adanya Apa

Saya Sekar, 22 tahun, udah 2 tahun pacaran sama, sebut saja namanya Kangmas. Tapi saya pusing, makin lama pacaran, makin ketahuan kalo kita banyak ngga cocok. Masalahnya saya udah terlanjur sayang sama dia, keluarga juga udah kenal. Kami berencana nikah tahun depan. Tiap saya ajak Kangmas berdiskusi soal perbedaan kami, dia selalu bilang kalo saya harus nerima dia apa adanya, karena dia juga udah nerima saya apa adanya. Saya harus gimana dong?

Sekar, Kota X

Halo Sekar,
Langsung aja ya.
Secara profesional, saya ngga percaya ama istilah “terima aku apa adanya”. Gimana ya Sekar, abis ignoran banget. Itu cuma kata lain “sebrengsek apapun saya, tolong ngga usah protes”.
Idealnya, kalian bisa saling menyesuaikan satu sama lain dan berjalan menuju kebaikan. Ini pendapat saya loh, karena, tahu kan, saya ini profesional.

Lagipula, manusia itu bisa berubah kok. Saya yakin, dibanding 2 tahun yang lalu, sekarang kalian pasti udah beda. Misalnya mungkin Sekar yang tadinya ngga suka mandi, jadi rajin mandi biar ngga malu kalo Kangmas ngapel. Atau Kangmas yang tadinya tidur jam 9 malem, sekarang jadi tidur jam 11 karena Sekar baru bisa tidur diatas jam 10.

Tapi, saya masih belum terlalu jelas sama perbedaaan di antara kalian, itu maksudnya apa ya?

Kalo fisik, emang harus diterima. Itu udah mutlak dan kamu ngga bisa protes.
Misalkan Kangmas kamu ganteng seganteng Josh Hartnett, yah, mau gimana lagi. Saya sarankan kamu “pasrah menerima semua ini”.. (quote langsung dari Putri Yang ditukar, sinetron keren favorit bapak-bapak, ibu-ibu dan asisten rumah tangga, produksi Sinemart, dibintangi Nikita Willy dan Glenn Alinskie).

Masalah selera, juga kayaknya ngga bisa diutak atik lagi.
Sekar sukanya Kahitna, tapi Kangmas suka dengerin band Sepultura. Mungkin Sekar bisa gugel lirik-lirik lagu band tsb biar bisa tahu arti lagunya. Jadi kalo Kangmas ngajakin ngobrol soal Sepultura, minimal kamu punya pedoman soal gimana harus nanggepin. Oh ya, ngomong-ngomong, Sepultura itu bahasa Portugis yang artinya kuburan. Iya, ternyata ada band luar negeri yang namanya kuburan juga, ngga nyangka.

Soal film juga begitu. Misalnya Kangmas suka film-film sadis macam Seven, Ninja Assasin, sementara Sekar sukanya yang romantis-romantis kayak Notting Hill. Nontonnya giliran aja, dibagi dengan adil. Misalnya minggu ini nonton romantis, minggu depan nonton romantis, minggu depannya nonton romantis, baru minggu depannya yang horor. Trus abis itu romantis lagi, romantis lagi dan romantis lagi.

Sayang kan, masa udah dua tahun pacaran putus gara-gara hal sepele.

Eh, Kangmas kamu itu suka film Saw ngga? Kalo dia punya koleksi DVD Saw lengkap dari 1 sampe VI dan nonton Saw 3D juga, mungkin Sekar mau periksa lemarinya. Coba cari benda semacam rantai atau tali kulit. Ada?

Ini baru perkiraan tapi kalo emang ada, mungkin Sekar bisa mulai mikirin dari sekarang, cara mutusin Kangmas dengan baik-baik. Inget loh ya, baik-baik. Jangan bikin dia marah.

Mumpung baru pacaran 2 tahun.

Semoga jawaban ini membantu, dan semoga Sekar dan Kangmas selalu awet nempel kayak loro blonyonya Mirota Batik.

Sun jauh!

Advertisements

3 thoughts on “Menerima Adanya Apa

  1. mau alamatnyaaa..
    googling silatlidah yang keluar malah silat lidah yang dulu di AnTV itu.. 😆

    ———–

    edit : oh udah ketemu. siletlidah ya, hehe. chinchaw lauraw.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: