Lemony Snicket : A Series of Unfortunate Event

Pagi ini, seperti pagi-pagi yang udah-udah, adalah pagi biasa. Dan karena ini pagi biasa, maka seperti biasa juga saya buka google reader, buka twitter, ngecek imel, termasuk ngebuka email digest dari GR.

Dan terbacalah dua paragraf yang bikin saya menghabiskan antara jam 5.44 sampai jam 7.28 ini buat browsing Lemony Snicket.. (saya punya hubungan benci-cinta ama googling-browsing, dari satu link ke link lain, seneng sih, cuma kalo sadar2 udah kelamaan rasanya mencelos juga).

Karena bukunya target market anak” makanya pengarang menegaskan kalau itu berbahaya, dgn cara nulis: “if you are not violet baudelaire, you should never ever ever ever ever –ever nya satu halaman penuh seriusan — play with electronical devices.”

Ada juga yang mereka jatuh ke tempat gelap, dua halaman penuh blank diprint item. >> “I cannot describe how dark it is, so I might as well show you.”

Woah.

Lemony Snicket adalah karakter fiksional sekaligus nama pena dari Daniel Handler. Dia menuliskan biografi 3 anak yatim piatu Baudelaire dalam A Series of Unfortunate Events. Buku serial ini terdiri dari 13 buku, mulai diterbitkan oleh HarperCollins tahun 1999 dan buku terakhirnya, terbit pada tanggal 13 October 2006.

Kalo di filmnya, Lemony Snicket berprofesi sebagai wartawan yang mukanya ngga keliatan dan selalu tampak dalam adegan hitam putih (sayang ngga keliatan, padahal itu Jude Law), untuk “banyak alasan yang legal dan pribadi”, menuliskan tentang anak-anak Baudelaire.

Mendiang Beatrice Baudelaire adalah mantan tunangan Lemony Snicket, yang tanpa sebab memutuskan pertunangan (ada sih sebabnya, di buku ke 13, yang dengan semena-mena di wikipedia malah ditaruh di awal artikel), mengembalikan cincin beserta buku 200 halaman yang menjelaskan alasan kenapa mereka tidak bisa menikah. (Aw, 200 halaman, Snicket? Ngapain aja sih kamu?).

Beatrice yang kemudian menikah dengan Bernard Baudelaire, memiliki 3 anak, Violet (yang cantik banget, bibirnya seksi, dan menurut saya jauh lebih seksi daripada Angelina Jolie), Klause dan Sunny Baudelaire. Bernard dan Beatrice kemudian meninggal terbunuh dalam kebakaran di rumah mereka, dan meninggalkan 3 bersaudara yatim piatu ini. Lemony Snicket lalu memutuskan untuk menjaga (tapi kayaknya sih dari jauh) sekaligus menuliskan cerita tentang mereka.

Count Olaf, yang dalam film diperankan oleh Jim Carey, memang punya dendam kesumat (untuk alasan yang masuk akal) ama dengan Beatrice Baudelaire dan Lemony Snicket, ngga heran dia jadi jahat banget ama anak-anak Baudelaire.

Oke, mari berburu 13 buku ini!

Sumber gambar dari sini.

Advertisements

4 thoughts on “Lemony Snicket : A Series of Unfortunate Event

  1. ah, saya ingat pernah terpesona sewaktu pertama nonton filmnya. Count Olaf nya benar-benar mengerikan.
    Baru sempet baca buku yang pertama dan entah kapan sampai ke buku 13 😐

  2. eh? udah ada filmnya? *mendadak sadar turun gunung

    pingin baca tapi kok ada 13 seri 😀 bolehlah ini masuk list buku-yang-mau-dipinjam-kalo-ke-perpustakaan-kota 😀

    • hohoho.. udah, pernah beberapa kali di tipi juga kok.. 😀
      perpustakaan kotanya lengkap ya? wah, enaknya.. saya malah ngga pernah kepikiran gitu tiap ada buku yang mau dipinjem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: