Langit Malam Tadi

Aku bukan bintang, duhai Lelaki. Berada di langitmu dan berkilauan.

Bukan hari yang indah bermatahari dengan hembusan angin dingin, yang kau ingat dengan senyum sebelum engkau terlelap dipeluk lelah.

Musim semi juga bukan aku. Aku tidak membuat bunga-bunga hatimu tumbuh bermekaran, membuat ragamu terasa lebih nyata dari sebelumnya.

Aku komet di semestamu.

Aku datang dalam terang, sekejap terkembang. Menghanyutkanmu dalam euforia. Memelukmu dengan ilusi. Berbisik pelan di telingamu, bersuara merdu merayu; tentang esok.

Lalu aku menghilang.

Tirai diturunkan.

Lampu-lampu di matikan.

Advertisements
%d bloggers like this: