Every Single Day of Your Life

Oke, jadi kamu berjanji, nanti bila saatnya tiba, kamu akan menemaniku seumur hidupmu.
Setiap hari dari seumur hidupmu.

Wow, untuk ukuran manusia, itu adalah rentang waktu yang sangat lama.

Kamu beneran tuh pas ngomong gitu? Ngga ada siapapun yang ngalungin clurit ke leher kamu ‘kan?

Aku seneng banget. Bener. Kamu boleh tanya permen Yupi gummy bear dan strawberry kiss yang sedang kukunyah.

Tapi asal kamu tau aja nih (aku mah bukannya mau nakut-nakutin), itu pasti janji yang sangat menyebalkan, kalau bukan berat buat dipenuhi.

Karena kita berdua tahu ada kemungkinan waktu kamu berumur 40 tahun, kamu akan bosan padaku.

Kau tahulah apa yang mereka bilang. Puber kedua. (menurutmu, siapa yang menciptakan istilah ini? oh, semoga kamu masih menyimpan nomorku. sms aku kapan-kapan kalau sudah tau jawabannya.)

Atau kalau kau bisa selamat dari badai konyol bernama puber kedua, belum tentu kamu masih benar-benar menginginkanku saat umurmu 60 tahun.

Mungkin saat itu aku bukan istrimu, kekasihmu atau pujaanmu.

Aku menjadi seseorang yang bernama, “Ibunya anak-anak..” tiap ada yang bertanya padamu tentang kehadiranku.

Pikirkan lagi.

Lihat aku.

Cewek keras kepala ini.

Yang hobi menghilang, timbul tenggelam. Yang rewel dan menyebalkan. Yang selera humornya datar. Yang sering mendongengimu dengan cerita tentang mimpi-mimpi aneh dan cerita tentang cerita-cerita aneh.

Lalu putuskan apa kau benar-benar ingin bersama denganku. Setiap harinya. Seumur hidupmu.

PS: tangan yang sakit dan mata yang teriritasi asap dapat menyebabkan pikiran ikut konslet. jadi jangan terlalu menganggap serius tulisan ini.. :mrgreen:

PPS: Teinsiprasi oleh quote Edward Cullen (Eclipse, The Twilight Saga) “I promise to love you forever – every single day of forever. Will you marry me?” Yeah, I know.

Advertisements

16 thoughts on “Every Single Day of Your Life

  1. @ asop : hahaha.. iya juga sih.. banyak contohnya :mrgreen:

    @ takodok : jadi apapun yang terjadi besok, nggak usah dipikirin hari ini.. πŸ˜€

    @ komuter : hohoho.. tenang, ga bakal ada yang nganggap lamaran di komen blog sebagai sesuatu yang serius.. πŸ˜†

  2. PS: tangan yang sakit dan mata yang teriritasi asap dapat menyebabkan pikiran ikut konslet. jadi jangan terlalu menganggap serius tulisan ini..

    aah mbak tia ini..jgn2 kayak saya lagi..hehehehehehe πŸ˜€ *nyari temen

  3. Yang hobi menghilang, timbul tenggelam. Yang rewel dan menyebalkan. Yang selera humornya datar. Yang sering mendongengimu dengan cerita tentang mimpi-mimpi aneh dan cerita tentang cerita-cerita aneh.

    Sindrom ini sepertinya banyak dialami wanita usia 20-an berzodiak Taurus, pernah tinggal di Jogja, dan suka Keroro #ngomongdepancermin

    Kayaknya kalau ada yang ngelamar dengan kalimat yang mirip Edward si peri hutan bilang, aku berpikir untuk menolaknya πŸ™„

  4. @ jasmine :

    aah mbak tia ini..jgn2 kayak saya lagi..hehehehehehe πŸ˜€

    wah jangan-jangan iyaa.. *lho*

    @ nite :

    Kayaknya kalau ada yang ngelamar dengan kalimat yang mirip Edward si peri hutan bilang, aku berpikir untuk menolaknya. πŸ™„

    gombal mukiyo ngga kira-kira. lagian kalau cowok ngomongnya begitu saya malah bawaanya curiga. ngga bisa banget dimanisin.=))

    @ maminx :

    Yes i will, kata siapa di film apa ya, hehe. Klo udah sayang dan janji satu sama lain mah, badai dan rintangan pun di hadang lah ya πŸ˜€

    whoaa.. jawabannya di film lain gitu? hehehe.. iya, idealnya sih begitu.

    @ ellya :

    terdengar utopia buat saya. tapi mungkin ada kali ya, saya aja yang sering keselip g liat :p

    rada terlalu bagus buat jadi kenyataan.. XD

    @ krisdondi :

    I believe that loyalty will give great result in long term… πŸ™‚

    well, indeed… πŸ˜€

  5. wow… we have same idea bout loyalty… is there still any available seat to be your husband??? πŸ™‚

    yes i (sometimes) take life seriously.. hahaha… :))

  6. kkwkwkww kali aja armadanya masi ada kursi kosong…. :p
    yup saia kira lebih baik bertanya langsung daripada bertanya “ada yg marah ga neh??” its so 90’s πŸ˜†

    • mungkin pertanyaan “ada yang marah ngga nih?” ditemukan di dekade yang sama dengan penemuan istilah mirasantika.. πŸ˜†

      err.. but that was a pretty generic idea, i supposed 8 out of 10 people would agree with you.. care to ask them too? :mrgreen:

    • Well, this, at its most lebay version, is a part of the wedding vows in my religion, said by both the bride and the groom. Barangkali di agama lain tidak beda jauh, jadi kita musti mengucapkan janji utopis ini saat memasuki kehidupan berumah tangga. Lalu gimana dong. πŸ˜•

      Kalo buat nikah boleh dong. Kalau belum, ya masih dianggap gombal mukiyo..XD

      Anyway, saya kok merasa ada sesuatu di balik sinisisme di sini. Sedikit tersurat, banyak tersirat. πŸ˜› *esteh*

      Iya, ini ditulis abis kebanyakan baca buku aneh yang bikin stress.. :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: