Blood Sucker: The Vampire Diaries

Sepertinya industri hiburan dimana-mana sama aja, produk cenderung dibuat (atau baru dirilis) berdasarkan tren.

Saat satu stasiun TV punya Realigi dan sepertinya sukses menjaring para bapak-bapak dan ibu-ibu, maka stasiun TV lain bikin Mohon Ampun aku.
Tren (ngakunya-sih)reality-show-dengan-premis-pertobatan-yeah-tentu-saja.

Atau kalo sekalinya ada Hantu Jamu Gendong, lalu ada Suster Keramas, Rintihan Kuntilanak Perawan dan Hantu Goyang Karawang.
Tren film-hantu-dengan-judul-senorak-mungkin-bodo-amat-ama-cerita-yang-penting-ada-bintang-film-porno-atau-minimal-jupe-dan-depe.

Dan sepertinya, trend vampir belum berakhir di Hollywood.

Pernah dengar Twilight?
Oho, pasti pernah. Jangankan mendengar. Setidaknya malah pernah mengucapkan Twilight yang itu setidaknya sekali dalam seumur hidup.
Entah diucapkan dalam nada memuja atau mencela.

Di serial TV, tema penghisap darah ini setidaknya dua serial yang punya gaung lumayan bagus. True Blood dan The Vampire Diaries.

The Vampire Diaries selalu mengingatkan saya pada Dawson’s Creek ala Supernatural.

Ceritanya berkisar di kehidupan Mystic Fall yang tenang berubah menjadi seru saat dua vampir, Salvatore bersaudara, Stefan dan Damon datang ke kota kecil di Virginia ini.

Elena Gilbert, mendapati dirinya (jatuh cinta? eew.. cepet ya. mari kita sebut naksir aja) naksir ama Stefan Salvatore. Vampire yang baik dan sedang diet. Cuma doyan darah binatang dan meskipun tergoda pada darah Elena, dia selalu berhasil menahan nafsunya mati-matian.

Rasanya seperti de javu?

Ups, nanti dulu. Jangan buru-buru menganggap kalo TVD adalah pengekor dari Twilight. The Vampire Diaries novel berserinya keluar pada tahun 1991 sementara Twilight diterbitkan tahun 2005.

Dan biar adil, mari kita tidak tergelitik untuk berfikir kalo bilang Meyer yang “terinspirasi” oleh TVD.

You know what they always say, there’s nothing new under the sun.

Mungkin TVD diproduksi dengan niat main aman, sengaja berlayar saat angin berhembus kencang untuk kapal-kapal yang bermuatan vampir.

Karena bentuknya serial, tokoh-tokoh di TVD memiliki kesempatan untuk berkembang lebih sempurna dalam beberapa subplot, ngga melulu soal lovey dovey antara Elena Gilbert dan Stefan Salvatore.

Ada flashback saat Salvatore bersaudara masih menjadi manusia, persahabatan Elena dengan teman-teman baiknya, keresahan a la remaja mereka, hubungan Elena dengan keluarganya (adiknya Elena mirip banget Irwansyah, BTW), dll.

Ringan banget emang, tapi sebagai hiburan TVD sangat berhasil.

Karakter kesukaan saya di TVD tentu Damon (Ian Somerheld), kyaaaa~!

Diceritain Damon ini jahat, licik, selalu mau menang sendiri, motifnya tidak bisa ditebak, meskipun di beberapa episode Damon terlihat lebih manusiawi dan bahkan sedih.

Dialog Damon yang paling epic adalah waktu dia ngebahas Twilight dan Anne Rice sama Caroline.

D : What’s so special about this Bella girl? Edward’s so whipped*.
C : You gotta read the first book first. It won’t make sense if you don’t.
D : Ah, I miss Anne Rice. She was so on it.
D : How come you don’t sparkle?
D : Because I live in the real world, where vampires burn in the sun.

Hahahaha.

*)whipped: being completely controlled by your girlfriend or boyfriend…in most cases a guy being completely controlled by his girlfriend. (taken from urbandictionary)

Advertisements

4 thoughts on “Blood Sucker: The Vampire Diaries

  1. adiknya Elena mirip banget Irwansyah, BTW

    Sungguh random fact 😆

    D : How come you don’t sparkle?
    D : Because I live in the real world, where vampires burn in the sun.

    Konon katanya Edward adalah peri hutan, bukan vampir 😛

  2. serial kentang! 22 episode endingnya kentang!
    Dan ya, Damon lah alasan kuat saya setia bersabar menonton serial ini. Elena-Stefan 11 12 dengan Bella Eddie Cullen *siap2 dirajam fans*
    :mrgreen:

    • aaarrhh, aku baru ampe episode 15.. pas ada vampir yang keluar dari bunker itu.. susah banget sekarang nyarinya gara2 masalah copyright.. 😆

      yeeepp, Elena Stefan mah tipikal, ngga ada kejutan.
      apalagi si Stefan. gaya rambutnya ama struktur mukanya ajah udah sangat Edi XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: