Have you ever been in love?

Horrible isn’t it?

It makes you so vulnerable.
It opens your chest and it opens up your heart and it means someone can get inside you and mess you up.

You build up all these defenses. You build up a whole armor, for years, so nothing can hurt you, then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life.

You give them a piece of you. They didn’t ask for it.
They did something dumb one day, like kiss you or smile at you, and then your life isn’t your own anymore.

Love takes hostages.
It gets inside you.

It eats you out and leaves you crying in the darkness, so simple a phrase like ‘maybe we should be just friends’ or ‘how very perceptive’ turns into a glass splinter working its way into your heart.

It hurts.
Not just in the imagination.
Not just in the mind.
It’s a soul-hurt, a body-hurt, a real gets-inside-you-and-rips-you-apart pain.
Nothing should be able to do that.
Especially not love.

I hate love.

-Rose Walker
The Sandman #65 – Neil Gaiman

__________________________________________________________
Saya tergila-gila pada film fantasi Stardust (2008) yang kemudian membawa saya pada novel Stardust dan Neil Gaiman.

Saya tahu The  Sandman sejak saya kenal Neil Gaiman, tapi saya tidak pernah tertarik membacanya karena bentuknya yang graphic novel.
Iya, ngga tertarik aja waktu itu.

Tapi tadi pagi, saya kepikiran untuk mempekerjakan komputer saya mengunduh sesuatu (aduh ampun) sementara saya tinggal ke dapur untuk membuat sarapan.
Dan entah kenapa, pilihan saya jatuh seri pertama The Sandman, Preludes and Nocturnes.

Spoiler Alert. :mrgreen:

Seri ini bercerita tentang keluarga Burgess yang melakukan ritual untuk menangkap Death agar dapat hidup abadi. Sayang mereka salah tangkap.

Mereka malah mendapatkan Dream, adik termuda dari Death.

Selama 70 tahun, keluarga Burgess menyekap Dream dalam akuarium ikan Koki raksasa.
Selama 70 tahun, di seluruh dunia tersebar penyakit aneh, dimana ada orang yang tidur hanya terbangun selama beberapa kali setahun, sementara ada juga yang terbangun tapi seperti bermimpi.
Sampai akhirnya, di tahun ke 70 tahun, Dream berhasil keluar dari sekapannya.

Saat Deam, dengan matanya yang biru-hitam dan terlihat kesepian, mulai berbicara pada keluarga penyekapnya, melampiaskan kemurkaannya, membalas dendam, saya resmi jatuh cinta pada Dream.

Dan The Sandman, kini jadi obsesi baru saya.

So,
have you ever been in love?


Advertisements

7 thoughts on “Have you ever been in love?

  1. kutipan setan! :twister:
    *respon berapi-api* 😆

    Dari dulu kutipan ini selalu bikin meringis, tapi sayangnya saya belum baca Sandman. Link unduhannya dong neng *pemales* :mrgreen:

  2. emang, emaangggg. Tako, kau merasakan yang aku rasa! *guncang2 bahu Tako*

    berhasil ga yang kemarin itu? kalo ngga ntar tia coba lagi vie imel yah. semangat Tako! sungguh, pengorbanan donlot kita terbayar begitu baca ceritanya.. 😀

  3. Ah, saya pernah beli novelnya Neil Gaiman, tapi bahasanya terasa seperti bahasa lama, susah dimengerti hanya dengan sekali baca. 😀

    Jadi, saya pengen nanggapi tentang jatuh cinta aja. :mrgreen:

    Jatuh cinta emang begitu, rasanya kita jadi lemah tanpa adanya seseorang yang kita cintai. Tapi, being in love itu nikmat. 😀

    • Iya bangettt, sampe kudu buka kamus dulu kalo ada kata-kata yang ngga dimengerti.
      Emang ada versi cetaknya yah? Saya hasil donlotan doang sih.. Rada pening juga bacanya, hehe.

      Hahaha.. Dengan latihan, bisa kok kuat kok. Atau setidaknya keliatan kuat.. Etapi sama aja ya.. 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: