Semalam Saya Mimpi Mati Bunuh Diri

Saya bermimpi berada di kantor, entah kantor siapa. Tapi saya jelas ingat bahwa saat itu saya harus mengerjakan sesuatu.
Lalu mendadak polisi berpakaian seperti seragam gegana atau densus- masuk ke ruangan saya.

Beberapa polisi menutup mukanya dengan masker, mereka membawa kaleng-kaleng seukuran kaleng pylox berwarna hijau.

Saya dan rekan-rekan kerja saya berhamburan keluar.

Saat saya melewati kantor atasan saya, lamat-lamat saya mendengar mereka menyebut-nyebut nama saya. Bahwa saya dituduh membunuh seseorang bernama D. Saya terbelalak. Mereka rupanya telah menemukan tulang-tulang D yang secara ceroboh saya kubur terlalu dangkal.

Ah, ceroboh. Kedengarannya seperti saya bukan?

Saya langsung berlari. Seorang teman yang saya tidak tahu siapa, berusaha  menahan tangan saya, mencegah saya berlari.

Dia bilang, ini masih bisa diluruskan.
Tapi saya tidak mau.

Saya ketakutan. Saya merasa menjadi pecundang. Saya malu.

Saya membayangkan besok di surat kabar pagi, mereka akan menurunkankan berita tentang saya yang membunuh D. Dan kemungkinan besar, mereka akan menyisipkan foto dari Facebook saya, mungkin yang paling terlihat sendu. Dan dicetak hitam putih.
Lalu bertanya pada teman-teman saya.

Bagaimana kesehariannya? Apa dia menunjukkan tanda-tanda psikopat?

“Sama sekali ngga. Anaknya biasa aja. Ngga pernah cerita apa-apa.”

“Yaa.. Udah ada firasat sih. Coba liat aja status FB dan status twitternya. Atau blognya. Dia terlihat seperti orang depresi.”

Saya tidak ingat pernah membunuh siapapun. Saya tidak henti-hentinya bertanya pada diri saya sendiri selama saya berlari, apa yang membuat kemarahan saya tidak bisa dibendung? Lalu saya menghabisi D?

Apa yang D katakan dan D lakukan hingga emosi saya getas pada satu titik dan meledak?

Saya berlari sampai saya bertemu jembatan. Saya berhenti.

Saya tidak menangis, saya hanya tertegun melihat aliran sungai deras di bawah sana. Dada saya berdebur kencang.

Rasa takut itu melumpuhkan sekali.

Di detik berikutnya, saya melompat.

Rambut saya berkibar, saya memejamkan mata pelan. Menikmati pemandangan terakhir untuk saya; pohon bambu di pinggir sungai yang terasa asing karena kelihatan terbalik, serta langit kebiruan.

Kemudian, disertai bunyi kecibak pelan, pipi kiri saya menyentuh air dingin terlebih dahulu..

..lalu saya bangun.
Tidak berteriak macam orang yang mimpi buruk di sinetron, tapi semua indra saya tumpul.

Saya masih berfikir apakah saya membunuh seseorang setidaknya hingga 5 menit pertama.

Rumah sepi. Orangtua saya sudah berangkat ke kantor mungkin setengah jam sebelumnya.

Saya gelagapan mencari handphone. Tidak ada miskol, tidak ada SMS, hanya screensaver yang tenang dan terlihat kelabu.

Saya menulis sms singkat, tidak sabar melakukan kontak dengan setidaknya satu kehidupan lain yang saya kenal. Sesuatu yang familiar. Saya merasakan kebutuhan luar biasa untuk terkoneksi dengan orang lain. Saya perlu diyakinkan bahwa itu mimpi. Karena yang paling menyeramkan dari mimpi buruk adalah, sensasinya seringkali terasa terlalu nyata.

Dan saya masih termangu mengingat mimpi saya itu. Sampai sekarang ini.

Advertisements

8 thoughts on “Semalam Saya Mimpi Mati Bunuh Diri

  1. Ah, ceroboh. Kedengarannya seperti saya bukan?

    ahem…

    “Yaa.. Udah ada firasat sih. Coba liat aja status FB dan status twitternya. Atau blognya. Dia terlihat seperti orang depresi

    … 😐

    Rambut saya berkibar, saya memejamkan mata pelan.

    kamu lepas jilbab?

    Menikmati pemandangan terakhir untuk saya; pohon bambu di pinggir sungai yang terasa asing karena kelihatan terbalik, serta langit kebiruan

    a la bliss wallpaper?

    Saya masih berfikir apakah saya membunuh seseorang setidaknya hingga 5 menit pertama

    well… sepertinya kita semua ‘membunuh’ karakter orang…

    • ahem…

      ….

      kamu lepas jilbab?

      dan pake rok selutut. tapi, yaaaa, itulah kenapa disebut mimpi.

      … 😐

      beberapa orang membuat akun di socmed atau blog engine untuk berbagi pengetahuan, yang lain untuk sekedar menumpahkan pikiran. dan kita berdua tahu saya jenis pengguna yang mana :mrgreen:

      a la bliss wallpaper?

      iyaa 😆

      well… sepertinya kita semua ‘membunuh’ karakter orang…

      iya, pada akhirnya tidak semua orang bisa tinggal dalam kehidupan kita.

  2. dan pake rok selutut. tapi, yaaaa, itulah kenapa disebut mimpi.

    lain kali, semoga rok sepangkal paha. itulah kenapa ada beda mimpi perempuan sama mimpi lelaki 😆

    iya, pada akhirnya tidak semua orang bisa tinggal dalam kehidupan kita.

    kalimat yang bagus. pada dasarnya, ada beberapa yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. salah satunya, mungkin mereka yang sudah ‘kita bunuh’ atau malah mati rasa dengan karakteristik kita…

  3. Widihhh serem mimpina euy, tapi keren loh itu menceritakan mimpinya serasa saya berada di posisi itu, he. mantep dah, apa sebelum tidur bln berdoa jadi mimpi buruk gitu? 😀

    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: