Berita Instan

Di dunia ini sebenernya ngga ada yang instan.

Bahkan mi instan, yang judulnya udah INSTAN aja butuh perjuangan 3 menit dulu sebelum bisa dimakan.

Obama yang katanya mendapat ketenaran instan setelah menjadi pembicara pembuka Kongres Demokrat di tahun 2004  sudah jauuuh hari sebelumnya berkontribusi pada masyarakat. Dia melayani komunitasnya di Chicago sejak tahun 1985, mengorganisasi para warga yang sebelumnya tidak pernah terdaftar menjadi pemilih pada pemilu, bekerja di berbagai organisasi kemasyarakatan dan menjadi senator selama tahun 1997-2004.

Itulah mengapa dia kemudian menjadi pemimpin yang tegas. Okay, debatable dan objektif.

Maka dari itu, saat wartawan bertanya soal pendapatnya, setelah keputusannya memberi izin untuk pendirian Islamic Center di Ground Zero menuai gelombang protes di negerinya sendiri, dengan tegas dia menjawab. “I don’t regret.”

Di negeri ini, berapa banyak anggota dewan legislatif yang mengabdi di komunitas mereka dengan tulus sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi anggota dewan? Siapa yang bener-bener turun di daerahnya, tahu persis apa yang di butuhkan? Mikir-mikir buat poya-poya karena inget sama anak SD yang bunuh diri karena ngga bisa sekolah? Atau yang perutnya buncit gara2 Marasmus Kwasiorkhor?

Lho orang yang aslinya tinggal di kota A aja bela-belain nyalonin diri di kota W buat bagi-bagi kue pemilih.

Errr.. jadi artis ngga termasuk lah ya. Turun ke daerah kan buat show.

Menjadi anggota parlemen rasanya pengabdian, bukan pekerjaan. Kalo sudah masuk TV dan ada isu yang seksi, kayaknya rajin banget, semangat banget nge-bashing, belum puas sebelum subjeknya jadi managing director di salah satu lembaga finansial dunia.

Tapi coba tanya, berapa sih total jumlah UU yang udah disahkan dari Prolegnas 2010?

Sekarang malah ribut-ribut bakal ada pusat perbelanjaan mewah, spa dan fitness di gedung yang mau di bikin.

Pusat perbelanjaan? Apa? Indomaret? Debenhams? Centro? Metro?

Berita yang (kutipan langsung dari pengamat yang saya tonton sore ini) “melukai akal sehat”.

Spa, fitness.. Haduuuhh. Rasanya kehabisan kata-kata.

Kepekaan bisa jadi adalah sesuatu yang kurang di negara ini.

Urusan ganyang tetangga sebelah juga ngga kalah heboh.

Mungkin harga diri kita terinjak saat kriminal harus di”barter” oleh abdi negara.

Tapi apa kelakuan membakar bendera, melempari kedubes dengan juga bukan sesuatu yang benar secara politik. Tidak politically correct gitu loohh…

Oknum negara sebelah aja ada yang mau ngebakar bendera Indonesia, langsung dicegah kok ama Polisi Diraja Malaysia. Bendera biar bagaimanapun juga simbol negara. Kedutaan besar adalah representasi negara tsb di negara kita.

Mungkin kulminasi juga, bukan sekali ini lah kita gusar karena ulah tetangga. Dari mulai rebutan akuisisi budaya ampe batas wilayah.

Tapi dibanding ribut ngajak perang, kenapa sih ngga membalas dengan cara yang lebih cerdas?

.

.

Tetap sehat ya teman-teman.. Jangan pusing2…

Sahabatmu selalu,

Tia

Advertisements

4 thoughts on “Berita Instan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: