Mengurusi Patah Hati

SMS.

“Nanti malem aku telepon kamu ya?”

Setelah sekian lama jarang banget telepon-teleponan dan sms pun tidak pernah. Harusnya seneng, tapi setelah beberapa lama menjadi orang yang saling terkoneksi (jadi orang pertama yang dikasih tau kalo dia telat masuk kelas karena ketiduran, jadi orang yang pertama tau klo moodnya jelek banget tanpa perlu di kasih tau, jadi orang pertama yang di sms kalo salah jurusan naik bus, jadi orang pertama yang kena gigit kalo lagi sebel) insting jadi terlatih, langsung memproses firasat yang kerasa aneh (seperti mendadak rasa dingin menjalari punggung atau kejatuhan ulekan), ditambah data, statistik dan fakta.

“Kenapa, kamu bukan mau mutusin aku kan?”

“Nggg.. Yah..”

“Oh okay. Ngga apa-apa kok.”

Saat would-you-be-my-girl tidak perlu dikatakan, maka mengapa i-cant-stand-with-you-anymore jadi perlu untuk dikatakan?

1. Kaget

Beruntunglah wahai para orang-orang yang kagetan. Karena saat anda berada dalam tahap shock, maka kemungkinan malah seluruh panca indra, termasuk otak akan berbaik hati mendadak numb secara bersamaan.

Lalu berada di autopilot. Di suruh nyapu masih bisa beres, disuruh makan sepiring abis plus lauk-lauknya abis, nonton Spongebob masih ketawa walaupun rasanya seperti astral projection.

Durasi : 12 – 24 jam

2. Menangis (dan atau) Psikosomatis

Owoohhh!

Selamat datang di awal derita. Anda bakal nangis, nyinyir, moody dan atau biasanya derita psikis anda akan timbul dalam gejala-gejala fisik. Muntah, migrain, insomnia tidak nafsu makan. Rasanya seperti PMS tiap hari.

Liat acara A, keingetan waktu minggu lalu masih ngobrol-ngobrol ama dia ngebahas acara A. Nangis.

Makan lotek, keingetan waktu dulu makan lotek. Ngga napsu makan.

Ngeliat orang pacaran, langsung bete sama nyumpahin supaya tuh orang-orang cepet putus. Bete. Ga tau apa kalo ada yang lagi patah hati?? (Yee, kecuali situ pemain utama sinetron 6 Season belum termasuk 2 season Ramadhan dimana persoalan muter antara kecelakaan-jatuh dari jembatan-disangka mati-ipar psiko-hilang ingatan-bahagia bentar-gempa di Yogya-disangka mati-hilang ingatan-ketabrak mobil-disangka mati-hilang ingatan-kawin ama ipar psiko mah mana ada yang tau!)

Ketemu orang, ditanyain. “Sendirian aja braayy?” Bete jugaa. (Emang bray bahasa serapan dari mana dah? Dari bahasa Sunda, baraya (sodara) ato dari bahasa Inggris brother?)

Tiap ada temen, bawaannya nangis. Curhat. Temen ampe keabisan komentar buat nenangin. (Kecuali kalo udah biasa on-off ya, biasanya temen yang dicurhatin sambil tetep megang hape, mencetin keypad sambil jawab “Ya ampun” dengan jeda waktu 7 menit sekali atau sesuai kebutuhan. Ngapain juga didengerin. Pagi putus, malemnya paling udah akur lagi.)

Durasi : 1-4 hari

3. Menyangkal

Kalo dalam pembuatan novel atau penulisan skenario 5 babak, maka fase ini sedang menuju ke arah klimaks cerita.

Tingkat kesedihan intermediate.

“Ngga dia cuma lagi khilaf.”

“Dia pasti balik lagi sama aku.”

“Ini cuma sementara.”

“Aku akan bikin dia sayang lagi sama aku.”

“This can’t be happening. We’re meant to be togheter. He/she’s my wife/husband to be!”

Spam inbox dengan sapaan singkat sejam sekali, selamat pagi, udah bangun belum, udah makan belum, udah nyiram kangkung belum, udah ngerjain pe er belum, udah bantuin mamah belum, lagi apa, kangen deh ama kamu.

Sms panjang lebar berisi puisi indah yang mendadak lancar dituliskan, qoute cinta dari F. Scott Fitzgerald, Ocsar Wilde, Jane Austen, Clara Ng, V. Lestari, Raditya Dika.

Atau petikan lirik lagu lirih macam A Man Who Cant Be Moved, Dear God, Love Fool.

Durasi : 3 – 14 hari.

4. Mencari kesalahan

What did I do wrong? Was it something I did? Was it something I didn’t do?”

Disini, biasanya terbagi menjadi dua.

Ada yang merasa sebagai korban, dimana yakin bahwa sudah memberikan semua yang terbaik, sayang sepenuh hati tapi masih di sia-siakan.

Ada yang merasa jadi penjahatnya, kurang pengertian, kurang sabar, terlalu banyak menuntut.

Tapi pada ujungnya semua bermuara pada satu pemikiran; kalo aku tidak melakukannya atau kalau aku melakukannya, akankan kita akan kembali?

Durasi : 10-30 hari

5. Menerima

“Mungkin ini yang terbaik. Makin lama pasti akan makin menyakitkan. Mending sekarang. Toh sebenarnya, deep down inside juga aku ngerasain ketidaknyamanan yang sama. Hanya dia lebih dahulu menyadarinya.”

Awan kelabu suda bergeser. Bunga-bunga tumbuh di taman. Burung berbulu biru bercericit riang.

Makan mulai teratur, meskipun hanya sekedar kewajiban, jam tidur kembali normal, teman-teman ikut senang karena sudah bisa keluar di ajak main, orang tua senang karena kulit anaknya tidak pucat lagi, mulai timbul keinginan beresin tugas kuliah, lagu upbeat mulai mendominasi top played iTunes, dll.

Durasi : 1-7 hari

6. Survive!

Tidak ada orang yang tewas karena patah hati, kecuali kalo bunuh diri ya. Itu beda cerita.

My  2 cents in heart breaking process : never ask why!

“Kenapa sayang, KENAPAAA?”

Jangan.

Pertama, saat seseorang mutusin kita, mereka pasti punya alasan.

Entah karena alasan klise beda prinsip sampai alasan menyebalkan seperti kecantol orang lain, mereka punya alasan. Kita tau itu, kita bisa merasakannya. Mengetahui alasannya tidak mengubah apapun, kecuali menambah himpitan sesak di dada.

Kedua, kemungkinan alasannya tidak bisa dikatakan dengan satu kalimat.

Akumulasi adalah jawabannya. Bila putus setelah bertengkar, bukan berarti pertengkaran itu yang membuat putus. Jadi tidak usah berkhayal bahwa bila kita tidak bertengkar kita tidak akan putus. Sama saja kok. Itu hanya sekedar tarikan yang berujung pada meletupnya sumbat dari botolnya.

Ketiga, memudahkan semua pihak.

Hanya karena dia yang mutusin, bukan berarti kamu korban dan dia penjahatnya. Percayalah, dia juga sama sedihnya. Tangan yang menampar juga sama sakitnya dengan pipi yang ditampar. Hanya mungkin kesadaran lebih cepat datang kepada orang yang mutusin. Kesadaran dan keikhlasan kemudian akan datang pada orang yang diputusin, meskipun tentu dengan proses yang berbeda..

Kalimat saktinya, jodoh ngga bakal kemana.

If she/he’s meant to be yours, then she/he will be yours, eventually.

I have my own faith.

That’s why, I’ll never asked why.

And never beg anyone to stay.

If  he stay, not on free will.. then it’s no good at all.

.

.

Mungkin itu alasannya kenapa dulu (dan harusnya sih ampe sekarang deh, tapi sekarang mah anak SD aja udah tau istilah gebetan. Sigh.) anak kecil ngga boleh pacaran.

Pacaran mah mungkin enak. Lha sakit hatinya?

.

.

Ah, patah hati memang berat, Kawan. Berat sekali. *tepuk2 pundak penuh pengertian*

Advertisements

12 thoughts on “Mengurusi Patah Hati

  1. Love it deh ah! hihihihi..

    (Yee, kecuali situ pemain utama sinetron 6 Season belum termasuk 2 season Ramadhan dimana persoalan muter antara kecelakaan-jatuh dari jembatan-disangka mati-ipar psiko-hilang ingatan-bahagia bentar-gempa di Yogya-disangka mati-hilang ingatan-ketabrak mobil-disangka mati-hilang ingatan-kawin ama ipar psiko mah mana ada yang tau!)

    Ga nyangka ih, ternyata kamu pengikut setia Cinta Fitri-yang abis-tabrakan-dan-dadanya-bengkak-sebelah-oh-semoga-lekas-sembuh-Amin! 😆

    • I dont, no I dooont. 😆 Saya bukan pengikut atau penyembah atau pemeluk agama bernama Cinta Fitri. XD

      Gile ya, kebayang ngga sih kalo ada yang ngoleksi DVD ripnya. Mending kalo satu season cuma belasan kayak serial normal.
      Abis berapa tera tuh.. o.O

  2. aduhaduh…
    apabila ini berdasar kisah nyata, then you got my deeeeepest symphaty (sedikit terdistraksi oleh tag ‘story-telling’ dengan double R di bagian storry itu)

    kisah yang macam ini, sekali lagi menegaskan kepada saya, bahwa pada dasarnya hubungan relasional yang didasarkan pada satu kata keramat “cinta”, tak pernah sederhana dan lebih cenderung membingungkan, berkelok-kelok.

    anw, tulisannya cerdas. artinya, bu tia masih tetep sehat secara mentality 😛

    dan dengan meminjam penggalan lirik lagunya Bondan, saya cuman pengen mengemphasizing;

    Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY

  3. Oh WAWWW!! LIKE THIS, hahahahaha. Been there,done that.. =))

    Aku paling lama di mode autopilot itu, dua bulan kayak robot 😛 Lalu kemudian satu bulan di mode menangis-psikosomatis. Di mana rasanya semua tempat dan semua orang selalu berkaitan sama si mantan tertjintah 😛

    Ayo, mbak, kita jalan-jalan ajah yuk, mencari brondong belasan tahun yg mau sama kitah. Kalau dapet, lumayan loh bisa bikin hati adem :mrgreen:

    • coba aku tebak, kayaknya lebih enak auto pilot kan? seenggaknya ngga terlalu kerasa. 😛

      berondooong, ya ampuuunn naaak.. =))

      aah, tapi ama rise mah cuma diajak beli es kelapa muda sirup merah ama lele goreng doaaang, pegimana mau ketemu berondong.. XD

      kalo adapun buat rise aja, ntar aku bantuin jodohin. :mrgreen:
      aku ntar anteng2 aja nonton di pojokan.. *masang halo di atas kepala*

  4. Eiya, emang enak bgt kalo autopilot itu.

    Kemarin ga nemu berondong gara-gara kesorean-saking-malasnya-keluar-kamar 😛

    Ah, dapet es kelapa muda lebih seneng dr pd dapet pacar 😆

  5. Yang nekat ngoleksi sih.. abnormal! *eh* 😆
    Etapi kemarin2 sempet ditatar nenek di rumah soal CF ini. Asli yaaa… pegel nontonnya. Peran antagonisnya kayak abis dibotox, mukanya tegaaangg bener 😆

    *malah OOT*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: