Pasundan

Sebenernya saya malas sekali pergi ke Bandung kemarin. Saya sampai melewatkan jadwal keberangkatan Lodaya pagi dan nekat akan pergi keesokan harinya.

Tapi dipikir-pikir, makin lama saya menunda keberangkatan, akan makin susah cari tiket. (catatan : saya berangkat kamis dan hari jumat libur).

Akhirnya saya mencari kereta ke bandung yang Berangkat siang hari di situs PT. Kereta Api. Ketemu satu : Pasundan. Berangkat Surabaya Gubeng dan dari Lempuyangan pukul 12.35 dan sampai di Kiara Condong pukul 22.16.

Yasudahlah, dengan berbekal sebotol air mineral, pukul 11.45 saya naik Trans Jogja jalur 3A dan berhenti di halte Kotabaru lalu berjalan ke stasiun Lempuyangan.

(Kadang saya ngga ngerti kenapa bisa nangis tanpa sebab karena PMS tapi ga pernah nangis kalo kaki melepuh gara2 jalan jauh, sendirian di bawah terik matahari. Rasanya saya lebih jago meng-endure siksaan fisik dan siksaan batin, tapi ngga bisa kalo siksaan hormonal..==;).

Dua orang yang saya SMS soal keberangkatan saya siang itu membalas dengan nada sama : “Hee? Ekonomi?”

Apa ngga ribet naik ekonomi?

Pengap, jumlah pedagang asongan yang melimpah ruah, penuh dan umpel-umpelan, banyak copet, ngga nyaman, panas.

Sebenernya ketakutan terbesar saya cuma satu : takut dicolek-colek. Itu saja. Yang lain ngga terlalu saya masalahin.

Dan sekitar jam 12.30, saat Pasundan datang dari arah barat, nyaris separuh dari orang yang ada di ruang tunggu stasiun berdiri menyambut kereta.

Glek.

Saya nyaris balik badan. Asli. Anggep aja uang tiket yang sudah saya beli itu hilang di jalan.

Tapi tahukah saudara, bahwa saya orang yang gampang bingung dan mudah sekali bertindak impulsif?

Suatu kali ketika naik angkot, saya pernah turun di satu tempat yang tidak saya kenal hanya karena 3 dari 5 orang penumpangnya turun. Setelah saya turun, bayar ongkos dan si angkot berlalu, saya terbengong-bengong karena saya tidak tahu kenapa saya bisa ada di situ.

Dan Insiden Angkot keadaannya sama persis dengan di Lempuyangan siang itu, melihat banyak orang yang mendekati kereta, saya terbawa arus dan akhirnya masuk juga ke dalam.

5 Aturan Selamat Sampai Tujuan Menggunakan Pasundan Bagi Wanita:

1. Pakai pakaian serba gelap, minimal monokrom

Kalau perlu gunakan juga jaket tebal dan tampang judes. Sekedar fashion statement. Dan pesan yang disampaikan jelas : sumpah saya galak jadi jangan colak colek!

2. Pastikan alasan anda untuk pergi cukup kuat

Karena jika anda terpaksa berdiri selama 3 jam sebelum mendapat tempat duduk, alasan anda adalah satu-satunya hal yang bisa mencegah anda menggelepor putus asa di lantai kereta.

3. Batalkan jika badan anda sedang kurang fit

Perlu badan yang cukup sehat karena perjalanan memakan waktu hingga 10 jam. Pastikan anda membawa bekal makanan dan minum dan cukup. Jika memang memungkinkan, cari makanan yang mengenyangkan dan bersih yang di tawarkan oleh pedagang. Minum jahe hangat seharga Rp 2000 (biasanya dijual oleh pedagang mi instan dalam cup) juga dianjurkan menjelang malam karena kereta yang dingin dan berangin. Kalau tidak suka, bisa juga memasan kopi instan. Harganya sama.

4. Keramahan dalam kereta

Hal yang wajar jika teman seperjalanan kita bertanya : “Turun dimana?”

Tapi bila anda penumpang ekonomi, pertanyaan “Turun dimana?” biasanya ditanyakan oleh penumpang berdiri pada penumpang yang duduk yang dengan maksud mulia : mengakuisisi tempat duduk.

Saya sendiri tidak bertanya begitu. Saya cukup mengamati gelagat orang yang hendak turun, sambil berharap sayalah yang nanti duduk di situ, hahaha.

Harapan yang sayangnya baru terkabul berjam-jam kemudian.. 😆

Bagusnya adalah, kebanyakan penumpang kereta Pasundan adalah penumpang jarak dekat. Selepas stasiun Kroya, nyaris seluruh penumpang yang berdiri bisa mendapat tempat duduk. Dengar-dengar, hal itu disebabkan karena rute kereta Prambanan Express yang diubah, sehingga penumpang harus mencari kereta alternatif.

4. Jangan bawa barang terlalu banyak

Akan menyebabkan kerepotan yang tidak perlu. Cukup bawa satu tas saja yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, sehingga bisa di dekap sepanjang jalan.

5. Jika memang harus naik ekonomi, pilih yang siang. Jika anda perempuan, pergi di malam hari, (dan sendirian) tidak dianjurkan.

Saya baru dua kali naik kereta ekonomi. Yang pertama saya pergi di malam hari, naik Progo ke Cirebon. Dan saya bersyukur perjalanan pertama itu saya alami bersama  3 orang teman SMA saya, semuanya cowok. Karena kami berangkat sore menjelang malam hari, dan sialnya lampu di gerbong kami mati. Saya ingat,  saya ngeri karena kereta yang gelap gulita dan hiruk pikuk.

Jadi, sudah berani naik ekonomi?

Cobalah Pasundan. Dengan tiket seharga 24 ribu saja, anda sudah bisa sampai di Bandung dengan selamat sentosa*.. :mrgreen:

*) terms and conditions apply

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

12 thoughts on “Pasundan

    • ayooo di cubaa…
      hohoho.
      jajanan di Ekonomi ternyata beberapa persen lebih murah.. 😆
      yang biasanya 5 ribu jadi 3 ribu saja.

      lagipula sekarang di bisnis, ternyata pedagang udah ga boleh masuk.. 😦 *pecinta asongan*

  1. @ tamaGO : iya.. doang.. 😆

    @ pyoubcozjc () : itu 33 ribu naik apaan ya? katanya sih ada juga ekonomi YK-Bandung harganya 36 ribu, tapi itu kereta Kahuripan.

  2. Aku ga pernah berani naik kereta ekonomi, kecuali jenis KRL. KRL pun kalau sendirian ga berani juga 😆

    Mungkin suatu saat nanti deh kalau bokek dan ngebet bgt pingin pulang bisa praktikin tips-tips di sini.Sayangnya, sejauh ini bayangan naik kereta ekonomi sanggup menyingkirkan keinginan buat mudik :mrgreen:

  3. nah gitu tuh orang2 iseng yang nggak jelas, suka colek2 di tempat keramean dan sesak, baca detik kemaren, kejadian sama terjadi di bus transjakarta. akhirnya di gelinding ke polisi.

  4. tanggal 29? FYI, tanggal 28-29 lalu saya juga di bandung loh… |

    anw, seumur2 saya belum pernah sekalipun naik eksekutif, dan baru 2-3kali naik ekonomi. kelas eko adalah yang paling saya hindari. hla wong yang bisnis aja sekarang kualitet-nya udah buruk rupa cermin digosok 😐 banyak yang nembak pula…

  5. @ fitri : satu kata kalo mau nyoba, hati-hati. ^^

    @ julianus : di coba bang :mrgreen:

    @ pakOsu : salam balik, Pak!

    @ nite : hee, ternyata rise.. wahaha. seru kok, mayan udah kayak petualang nyasar. 😛

    @ ardee : untungnyaa, saya baru ada berita itu di TV eberapa haris etelah saya nyampe YK, kalo ada sebelumnya pasti saya ga berani. sereem! hahaha.

    @ jude : dan bandung saat long wiken (apalagi saya yang tidak menganggap bahwa belanja adalah sebuah wisata) itu bikin syaraf tegang. macet dimana2. mana hari minggunya viking main. eugh. 😐

    uwaaahhh, late reply banget.. XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: