Dari Hati

Masalahnyaaa, saya punya cukup waktu luaang dan banyak hal yang ingin saya tulis..

Kembalian dari sebuah mini market sebanyak 1000 rupiah dalam bentuk permen Station Rasa, ‘terpaksa’ jadi anggota KFC tanpa informasi yang benar, film-film lama yang keren dan baru saya tonton, cuaca yang akhir-akhir ini terasa menyenangkan, kota yang sepi karena ditinggal para mahasiswa liburan.

Tapi kenapa semuanya tidak ada yang mateng dan ke-publish, malah jadi sarang laba-laba di Draft? (_,_)’

Ask yourself, kiddo!

Sebelumnya saya pernah nge-blog di sini dan di sini.

Tapi ada satu pelajaran moral yang saya dapat dari sini (kalimat ini sering saya dengar tapi cuma sekedar “ooh ya ya ya, tentu saja, tentu saja”), yaitu :  menulis blog memang harus dari hati.

Blogging bukan Laporan Tahunan atau Jurnal Ilmiah, lengkap dengan istilah cit. atau et all.

Blogging adalah dimana kamu menuliskan sesuatu yang kamu mengerti dan dekat dengan kamu.

Blog-mate (yang baru saya dapat di blog ini, ngomong-ngomong) kamu bisa ikut merasakan yang kamu rasa, duduk di sebelah kamu dan mendengarkan kamu bercerita. Menceritakan kembali pengalaman mereka yang memiliki relasi dengan pengalaman kamu. Mereka akan jadi orang yang pertama kali mendengar cerita sedih kamu kalau kamu seperti saya, jenis orang yang tidak sanggup bercerita serius-sedih-dari hati ke hati secara verbal. Mereka yang ikut tertawa bersamamu kalo kamu sedang senang.

Blogwalking malah lebih luar biasa lagi.

Berteman, berkomentar atau sekedar berada dalam modus silent-reader favorit saya sama saja.

Kita bisa saja berada di satu kabupaten di Jawa Tengah tapi ikutan gemes dengan kemacetan dan semrawutnya tata ruang di ibukota yang bikin frustasi, sekaligus memahami bagaimana rasanya kuliah di ujung Timur Indonesia.

Kita yang ngga doyan game tapi bisa ikut tertawa dengan lelucon mengenai karakter JPRG (saya sampai googling soal JPRG).

Kita bisa tau bagaimana rasanya berada Ujung Genteng atau Kebun Raya Bogor, bahkan tanpa harus menginjakkan jempol di sana. Kita bisa merasakan peliknya jatuh cinta pada orang yang berbeda agama, terhanyut dalam diskusi-diskusinya. Kita bisa mendengar lagu slowrock yang tidak pernah kita dengar sebelumnya karena seseorang meng-embed youtube band tsb di blog mereka. Kita bisa tahu bahwa ternyata laba-laba dan kakinya yang berbulu itu ternyata memiliki potensi penyembuh. Kita bisa membaca bagaimana salah seorang teman mengerjakan TA, dan tanpa sadar kita tersenyum sambil mengoceh, “..been there, done that.”

Tidak pernah ada kata too much info dalam blogging.

Ya, menulis memang harus dengan hati, Tia. Begitu caranya.

Itulah kenapa post ini bisa selesai dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya tanpa sempat masuk Draft.

.

.

.

.

sudah diedit, hahahaha.

Advertisements

8 thoughts on “Dari Hati

  1. no, sometimes too much info sih.. pilah pilih mana yang akhirnya rajin disambangi, walau diam-diam :mrgreen: , supaya gak terlalu mumet 🙂

    ah, ini club 80s ya? Sayang gak ada desta dan vincent lagi 😐

    • hahaha.. yaap. kadang emang suka ngerasa gitu sebagai pembaca.. 😛

      cuma ini PoVnya si penulis, bukan dari pembaca.
      Saya terus menerus berpikir “too much info” sampai ngga bisa nulis apa yang saya pengen, saya pikir dan yang saya mau di blog saya sendiri.. 😀
      itu sungguh mengesalkan.
      walaupun padahal mungkin yang pengen saya tulis cuma berakhir menjadi sekedar puisi atau cerita ngga jelas yang menurut istilah adik saya “hanya dia dan hatinya yang tau”.. :mrgreen:

      kalau orang lain menganggap tulisan saya itu “too much info”? well, lakukan saja seperti yang saya lakukan kalo menemukan tulisan “too much info”, berhenti membaca dan pindah ke tempat lain.. 😆

      serius? Desta ama Vincent keluar yaa? baru tau..

  2. saya malah nggak pernah bisa nulis dari hati. saya kan nggak punya hati. udah mati rasanya itu yang disebut hati =))

    saya nulis dari mood. kalo lagi mood, saya bisa nulis. dan celakalah, karena belakangan saya juga kehilangan mood.

    bagusnya, saya masih punya cukup minat buat BW. karena BW itu buat saya adalah proses pembelajaran juga. ada banyak hal yang bisa saya pelajari dari gaya tulis orang lain. dan bagaimana dengan mudahnya mereka menuangkan isi kepala mereka tanpa tumpah kemana-mana. orang-orang itu memang hebat, dan sukses membikin saya makin keliatan bodoh =))

    • teet tooot.
      orang yang ngaku ngga punya hati, lebih sensitif (biasanya) dari yang ngaku punya hati. :mrgreen:

      naaah, nemuin kembali mood nya itu yang susaahh.
      paling kalo ada ide baru, nemu sesuatu yang menarik atau berada di ‘A-ha! moment’ muncul lagi moodnya.

      hwahahaha.. same here. pengen punya ilmu dan ketelatenan yang cukup buat bisa menulis tanpa terlihat seperti bermain puzzle, menempel ini di sana dan mengelem itu sini.

  3. Enaknya ya bisa blogging dengan hati. Kalo saya, nulis postingan itu ketika dapet pangsit wangsit. Ketika di kepala saya tiba-tiba muncul ide (random thought), buru-buru lah saya tulis, keburu lupa kalo disimpen lama-lama soalnya :lol:. Heee, tapi akhir-akhir ini saya malah ga ada ide buat bikin postingan :|.

    sudah diedit, hahahaha.

    Jiah, sudah diedit. Padahal pengen komentarin ini 😆

    *ditimpuk Tia*

    • Waaaahhh.. Wangsitnya goreng apa rebuuuss? hehehe.. Ngga ada ide kenapa mbak?
      Mungkin karena keadaan sedang lancar jaya makanya semua jadi kerasa enaaakkk dan bingung mau nulis apaan.. :mrgreen:

      Ngga mbak Mizzy, saya nggak doyan nimpuk. Saya mah doyannya malak, ngga liat nih tato duri ikan di tangan saya? 😆

  4. Nyahahahaha, nulis emang mesti dari hati dan mood. Makanya blogku juga jarang keurus, sesuai sama hati dan mood aja 😆

    Kalau BW sekarang agak jarang dan lebih sering jadi silent-reader. Alasannya cuma karena sering gagal komen -__-

    • yaaa.. begitulah resikonya.
      untung aja kita ngeblog demi kesehatan batin dan bw buat makanan otak.

      makanya salut ama yang buka blog buat online shop, kudu tekun banget ya. :mrgreen:
      wkwkwk.. gagal komen? serius? XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: