Berusia 6 Tahun namun Dewasa (part 1)

Di Oprah Winfrey Show yang tayang di MetroTV hari Sabtu, 7 November 2009 yang sepertinya tayang satu atau dua tahun sebelumny kemarin ngebahas soal The Girl In Windows.

Cerita tentang Danielle, yang di tahun-tahun pertama hidupnya diabaikan ama ibu kandungnya.

Waktu di temukan, dia sangat kotor, bau, menderita malnutrisi dan berkutu. Detektif yang pertama nemuin dia bilang, saat itu ruangan tempat Danielle tinggal *muka sang detektif masih keliatan ngeri waktu diwawancarain* bilang tempat itu parah banget. Bahkan dia pernah berada di satu ruangan dimana ada mayat membusuk seminggu, tapi itu belum ada apa-apanya dibanding ini. Kecoak dimana-mana, urin, feses anjing dan manusia.

My jaw dropped when i saw the room, and it’s lock on that dropped position for nearly 15 minutes.. ==a

Waktu itu Danielle nggak bisa ngomong, berjalan dengan berjinjit dan menyamping seperti rajungan, ngga bisa ke kamar mandi, berkemampuan bahasa seperti bayi 3 bulan, cuma bisa bilang aah-aahh, kemampuan kognitif minim, kemampuan komunikasi ngga ada, matanya melebar, gelap, tidak fokus dan tidak berkedip dan tidak menyadari keberadaan manusia lain. Untung dia ketemu ama keluarga hebat yang mau mengadopsi.

Di awal-awal hari dia di rumah keluarganya yang baru, dia minum sampai kembung dan sakit perut, makan dan kekenyangan sampai sakit perut. Sepertinya dia ketakutan itu adalah makanan yang entah kapan bisa ketemu lagi. Tiap malam suka teriak-teriak, harus diajarin ke kamar mandi. Dan setelah hampir setahun di adopsi, Danielle sudah membaik. Anak gadis berumur 10 tahun kurang 2 bulan itu kini memiliki kemampuan setara dengan anak berusia 1,5 tahun.

Danielle, tabah ya Nak. Kamu pasti bisaaa… \m/

Oprah bilang, kita adalah sama seperti anak berumur 6 tahun. Hanya saja kita tahu lebih banyak. Cara kita memandang dunia, cara kita menyelesaikan masalah, semuanya berpatokan pada bagaimana kita saat berusia 6 tahun. Jaringan syaraf yang ada di otak, yang menghubung-hubungkan neuron kita juga terjadi saat usia kita 4, 5, dan 6 tahun. Makin sedikit nutrisi, rangsangan, sentuhan dan belaian yang kita dapat, konon mempengaruhi banyak sedikitnya hubungan antar syaraf.

Ngomong-ngomong soal anak adalah kertas putih, ckckck… benar sekali sodara-sodara.

Advertisements

2 thoughts on “Berusia 6 Tahun namun Dewasa (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: