December 17, 2011

Berat Badan

by Ms. Plaida

Memang luar biasa nyali timbangan di rumah saya. Sudah tiga bulan ini dengan rutin doi saya injek, saya pelototin, saya sengakin, saya marahin. Tapi dia terlalu berdedikasi. Dia selalu dengan jujur menunjukkan berat badan asli saya. Tanpa korupsi. Pas di angka 55 kg.

Tapi tadi siang, mungkin karena rada takut saya banting (saya ngga makan malam dan belum sarapan, you won’t like me when I’m hungry), akhirnya dengan terpaksa jarum timbangan itu geser dikit ke kiri. Dan saat saya bilang sedikit, emang sedikit. Berat badan saya pada pukul 11.28 tercatat 54,5 kg. Yang kemudian pada pukul 19.17 kembali jadi 55 kg.

Sampai setahun yang lalu, berat badan saya naik turun antara 48 sampai 50 kg. Waktu lulus SMA, berat saya 43 kg. Nembus 45 kg udah sujud syukur banget. Trus selalu balik lagi ke 43 kg.

Badan yang kering dan garing, semua pakaian menggantung di bahu saya yang kurus. Mengesankan apapun yang saya gunakan seperti pakaian hasil minjem. Saya selalu berdoa dikasih badan yang agak segeran. Doa yang baru terkabul selepas KKN. Dan berlangsung sampe sekarang.

Suplai makanan di kantor yang ngga pernah berenti, kewajiban untuk makan di rumah (selama setahun belakangan saya tinggal di rumah mbah, dan makan di rumah secara teratur adalah aturan yang ngga bisa digugat, biarpun sudah makan di luar), kurang gerak (dulu saya sehari bisa jalan selama satu jam, sementara sekarang deket aja naik becak), plus tidur yang terlalu teratur, kemungkinan punya andil dalam menyuburkan saya.

Tentoe sadja, ada lelucon slapstik soal, ‘perempuan itu ngga pinter ngga papa, yang penting anget’ dan kemudian kata ‘anget’ dianggap berbanding lurus dengan jumlah timbunan lemak di tubuh.

Emang terlalu kurus juga ngga baik. Hasil browsing sana sini, perempuan butuh setidaknya 20% lemak dari berat badannya untuk tetap sehat. Jika kurang dari 15-17%, malah bisa berhenti menstruasi.
 
Dengan tinggi badan cuma 158 cm, lemak saya tentu sudah nemplok dimana-mana, pipi, perut, lengan, pinggul. Klo diliat dari hitungan berat ideal paling simpel (ngga pake Body Mass Index), berat badan ideal = tinggi badan – 110, maka seharusnya berat saya berkisar di angka 48 kg.

Oke, biarpun ini terlalu cepat buat menetapkan resolusi tahun baru 2012, tapi seenggaknya saya tahu kira-kira apa yang harus dilakukan.

Makan teratur. Olahraga teratur.

Bukan cuma soal penampilan, sebenernya. Keluarga saya punya hubungan akrab dengan penyakit degeneratif orang jaman sekarang macam diabetes dan penyumbatan pembuluh darah, yang sayangnya membuat saya jadi turut beresiko kena penyakit yang sama.
Saudara saya yang lebih muda malah sudah kena kolesterol.

Masih banyak pantai untuk didatangi. Buku untuk dibaca. Film untuk ditonton. Orang-orang untuk diajak tertawa. Objek untuk di foto.

Stay healthy.

Posted from WordPress for Android

December 15, 2011

Rinso Molto Ultra Deterjen Cair Konsentrat

by Ms. Plaida

Biarpun saya penduduk negara dunia ketiga, tapi tiap masuk supermarket saya selalu dihadapkan pada #firstworldproblem.

Contohnya semalam, saya memasuki supermarket dengan niat membeli deterjen. Pertama-tama saya harus memilih merk apa. Dari mulai Surf, Daia, B29 sampe Rinso, Attack dan lain sebagainya. Klo sudah pilih merk, maka saya harus kembali memilih varian dari merk tersebut.

Misalnya klo saya pilih Surf, saya dihadapkan pada dilema apakah saya mau pilih Surf Lime, Surf biasa, atau Surf Putih Cemerlang.

Masalah seperti ini berulang secara terus menerus dan membosankan pada hampir semua produk. Mulai dari shampo (mau yang Anti Frizz, Damade Therapy atau Glow And Shine), sikat gigi (Whitening, Extra, Contour), sabun cair (pilih yang ekstrak Shea Butter, Madu, Susu atau Coklat), lotion, pasta gigi, bedak.
Tapi bisa jadi itu cuma saya aja, sebagai orang yang lemah iman dan tanpa pendirian klo udah masuk supermarket xD

Kembali ke soal deterjen, semalem atas nama rasa penasaran, saya memutuskan untuk memilih Rinso Cair. Dan ternyata ada varian baru, Rinso Cair Molto Ultra. Karena Rinso Molto Ultra versi deterjen sudah dianugerahi sebagai salah satu dari 100  Penemuan Terbaik Dekade Ini oleh para anak kos yang mencuci baju mereka sendiri, jadi siapa tahu saudara kembar beda wujudnya bisa menyamai prestasi tersebut?

Pagi ini, saya nyoba nyuci pake Rinso Molto cair. Kesan pertama, wanginya seger. Banget. Wajar sih, mengingat Rinso Cair yang biasa aja wanginya udah seger nyenengin.
Di tutupnya ada petunjuk bahwa 1 tutup botol cukup untuk 20 potong pakaian. Maka karena yang saya cuci cuma 5 potong, saya berinisiatif memotong dosisnya jadi seperempat tutup botol saja. Begitu mulai direndam, kelihatannya memang cukup. Tapii sepuluh menit kemudian, ketika dikucek, kok saya ngerasanya kurang sabun. Kemungkinan sih karena dari 5 potong itu, salah satunya adalah blazer kantor. Belum lagi tambahan pakaian dalem ngga diitung :p
Itu doang sih gampang, tinggal colek sedikit deterjen cair dan ratakan di bagian pakaian yang lebih banyak terkena noda seperti kantong dan kerah, kucek, beres.

Setelah dibilas sebanyak 3 kali, wangi segar sabun dan pelembutnya masih nempel. Ngebilas pun ngga terlalu berat karena ngga perlu membersihkan terlalu banyak sisa sabun yang menempel (karena esensi bilas sebenernya membersihkan sisa sabun, klo membersihkan pakaian proses yang paling penting adalah saat merendam dan mengucek).

Secara garis besar, saya puas sama performa Rinso Molto Ultra Cair ini. Emang agak bikin kering di tangan sih, tapi ini karena emang tangan saya aja yang ganjen. Satu-satunya sabun deterjen yang bersahabat sama tangan saya cuma Surf. Nanti klo udah bosen punya tangan kering, biasanya saya balik lagi ke Surf :) )

Oh ya, siapa tau ada yang tertarik, untuk informasi, Rinso Molto Ultra 525 ml harganya Rp 11.300 :mrgreen:
*ngomong-ngomong kenapa saya jadi kedengeran seperti buzzer atau ibu-ibu yang terlalu antusias dengan urusan rumah tangga ==’*

image
image

November 20, 2011

Cute :3

by Ms. Plaida

Or, not really.. ==’

Tiap 6 bulan, saya selalu minta adik bungsu saya mengirimkan softlens buat saya. Perbedaan harga softlens di sini sama di kota tempat adik saya tinggal bisa sampai 50-100 ribu, ngga ngerti juga kenapa bisa seheboh itu. Yang jelas, saya sudah hampir setahun setengah berhenti membeli softlens sendiri.

Pembelian pertama, ketiga, keempat dan seterusnya berjalan lancar dan oke. Pembeli senang, makelar (baca : adik saya) juga senang.

Sampai kemudian, seminggu yang lalu saya sms adik saya, minta dikirimkan soft lens lagi.

Berhubung saya orangnya gitu-gitu aja, maka warna yang saya pilih ya itu itu aja. Klo ngga bening ya coklat. Kalo ngga coklat ya bening. Paling ekspresif waktu saya milih soflens warna lilac (lilac, lavender, amethyst, eggplant, fuschia, intinya sih ungu dalam bebagai gradasi) yang warnanya halus, sekedar bersemu dan ngga mencolok.

Jumat kemarin, softlens pesanan saya sampai sekitar jam 11. Karena saya masih di rumah, maka saya sendiri yang menerima, lalu buru-buru berangkat.

Paket dari si adik baru saya buka malam harinya. Dari dusnya, saya tahu bahwa softlens ini berwarna coklat. Begitu dusnya di buka, saya bisa ngeliat warnanya memang kecoklatan. Coklat yang sangat gelap cenderung hitam. Okeee. Sampai disini semua normal. Dunia saya masih belum berantakan.

Sampai kemudian softlensnya saya pakai.

Dan saya menatap pantulan diri saya di cermin.

Lalu kemudian saya bengong.

Err, okay, waktu awalnya sih saya belum bengong. Tapi begitu melihat kebengongan saya yang terlihat natural, saya jadi bengong.

Kira-kira tampang saya begini :

gambar diambil dengan semena-mena dari Google

Walaupun saya ngga gaul banget, tapi saya juga ngga kuper banget. Pengetahuan umum saya sudah meliputi soal keberadaan sotlens yang membuat iris mata terlihat lebih besar, diklaim bisa menyebabkan pemakainya terlihat imut dan innocent. Seperti Barbie. Atau tokoh karakter cewek di manga, seperti itulah.

kalau gadis macam begini sampai meneteskan air mata, akan terdengar suara gedubrukan langkah kaki cowok-cowok datang mendekat

Harusnya ada tulisan di dusnya, keimutan itu syarat dan ketentuan berlaku. Efek sampingnya bisa jadi terlihat bengong.

I mean, really, it looks like I stared blankly at everything. ~x(

Jadi begitulah, sampai setidaknya 6 bulan ke depan..

November 15, 2011

Setengah Hari

by Ms. Plaida

Eh, tumben pagi-pagi nulis di sini?

Saya berharap bisa menjawab pertanyaan di atas dengan jawaban indah seperti, “Iya, mumpung saya lagi ngga ada kerjaan dan kebetulan saya lagi beristirahat di villa saya yang ada di tepi danau, sambil ditemenin jus orange blood. Sepagian ini saya udah beres ngurusin yayasan filantropi dan mendelegasikan beberapa tugas ke bawahan saya.”

Tapi itu buat nanti :P

Buat sekarang, karena saya masih jadi buruh, maka jawabannya adalah karena minggu ini saya berangkat siang.

Salah satu hal yang paling menyenangkan yang bakal terjadi dalam dua bulan ini,  kerja setengah hari dengan gaji utuh, hehehe. Berhubung gedung kantor lagi di renovasi, maka harus numpang ke gedung sebelah. Dari 11 orang, 4 orang masuk pagi, 4 orang masuk siang, sisa 3 orang masuk seperti biasa. Digilir, klo minggu ini berangkat siang, minggu depan berangkat pagi.

Biarpun di jadwal jam masuk dan jam pulang tertera jelas, prakteknya sih yang pagi masuk jam 7.30, pulang jam 12 dan yang siang masuk jam 12, kadang jam 16.30 juga udah jalan santai ke gerbang nyari angkot :mrgreen:

November 2, 2011

I Wish I Was The Moon

by Ms. Plaida

Chimney falls and lovers blaze
Thought that I was young
Now I’ve freezing hands and bloodless veins
As numb as I’ve become

I’m so tired
I wish I was the moon tonight

Last night I dreamt I had forgotten my name
‘Cause I had sold my soul but awoke just the same
I’m so lonely
I wish I was the moon tonight

God blessed me, I’m a free man
With no place free to go
I’m paralyzed and collared-tight
No pills for what I fear

This is crazy
I wish I was the moon tonight

Kalo lagu bisa punya anak, saya pasti bakal nuduh lagu ini anaknya The Times They are a Changin’-nya Bob Dylan dan All By Myself-nya Eric Carmen. :P

Mood yang dibawa lagu ini ya sama-sama aja kayak dua lagu tsb, pleus Angel-nya Sarah McLahan.

Nggaaaa, ngga bakal bikin ngambil pisau buah buat ngiris nadi kayak lagu sebelah kok..

Cuma bakal mendadak punggung pegel aja gitu, berasa jadi lebih tua 15 tahun. xD

October 30, 2011

Buah Salam

by Ms. Plaida

Okaaaaay. Jadi barusan saya buka google reader, walaupun sempat lupa URLnya. Dan, umm, bingung juga mau mulai dari mana, ternyata, sepi aja loh. Untung juga karena saya lega ngga ketinggalan banyak cerita.

Tapi agak sedih karena kenapa GReader saya semacam jadi Gunkanjima. Profesi pembaca sunyi saya jadi berakhir cepat nih.

Kalian apa kabar, lagi sibuk apa aja? *fyuuuhh (suara angin berhembus)*

Semua sehat? *semua sehat, sehat, sehat (suara gema)*

xD

Tau daun Salam? Dedaunan yang masuk kategori rempah penting masakan karena aroma manisnya yang khas. Dari mulai sayur lodeh, sayur kangkung, empal, kari, gulai, sambel goreng, sayur cabe, dst dsb.

Sejak sekitar sepuluh tahun lalu, almarhum mbah Aki saya nanem pohon salam di rumah, yang kemudian diikuti sama anak-anaknya. Jadi sekarang keluarga besar saya kebanyakan punya pohon salam di rumah mereka masing masing. Alasannya, lebih enak masak pake daun salam segar dibanding yang sudah kering layu hasil beli di pasar.

Di rumah saya juga ada pohon Salam, anakan dari pohon Salam yang ditanam mbah (tapi pohon Salam yang jadi cikal sekarang sudah tidak ada, ditebang karena keperluan mendirikan tenda waktu mbah Aki meninggal).

Setelah berumur sekitar 2 atau 3 tahun, sekarang pohon Salam di rumah berbuah.

Heeeyy! Akhirnya setelah sebelumnya cuma  pernah baca dan denger, sekarang bisa liat langsung sesuatu yang bernama buah Salam.

Bentuknya mirip buah Kersem, tapi rasanya ngga ada mirip-miripnya. Dagingnya berair tapi ngga terlalu berair, rasanya keset dan agak manis, dengan aroma yang mirip sama daun Salam. Mamah saya bilang, bagus buat nurunin kadar gula dan kadar kolesterol.

Tapi ngambilnya nyiksa banget, berhubung di pohonnya banyak semut rangrang. Jadi saya cuma bisa ambil satu tangkai ini.

Buah yang udah terlalu tua jatuh ke tanah dan dikumpulin sama mamah, di buang dagingnya, di cuci dan di keringin buat bibit, barangkali ada yang minta.

Waktu saya lagi bantuin mamah nyuci buah Salam, mamah ngomong hal yang sangat quotable.

“Ini nanti mamah mau numbuhin ah, kira-kira seratus atau dua ratus pohon. Buat souvenir nikahannya kamu, daripada cuma ngasih kipas doang cuma dibuang aja. Kalo souvenirnya pohon kan minimal dari seratus atau dua ratus itu, ada satu atau dua yang bisa tumbuh dan berguna.”

LOL.

October 30, 2011

Ulang Tahun, Katanya

by Ms. Plaida

Wowowowowo. Saya sukses menelantarkan blog ini selama  3 bulan 13 hari. Saya bangga sekali pada diri saya. :D

Err… Ngga juga sih. Tapi berhubung semua excuse selalu lame (halah) klo cuma sekedar sibuk dan ngga ada ide, maka saya jadi ngga punya alasan yang cukup keren. Intinya sih malas. ==’

Apa kabar, teman-teman? Apa yang saya lewatkan? Boleh lah nanti kita ngobrol2 lagi.. Saya juga udah kangen blogwalking, ngobrolwalaupun keanyakan cuma) ngalor ngidul di kolom komentar. Tunggu kedatangan sayaaa.. *grouphug*

Jadi angin apa yang membawa saya kembali datang?
kemarin, pas lagi ngecek-ngecek imel, mendadak pengen liat folder WordPress dan terkesiap (adeeuuh, bahasanya) ngeliat tanggal aktivasi akun ini. Dua puluh tujuh Oktober aja gitu.

So, technically (or digitally) Mauritia is two years old now. Iyey.
Happy birhday, the other me! :D

Dari mulai buku sampe makanan sampe maskeran. Dari mulai mau putus ama A, sampe pacaran ama B, sampe patah hati karena C. Dari yang galau setengah mati sampe yang ngaco setengah idup. Dari jaman masih kuliah, nganggur sampe kerja. Dari cuma satu orang temen, sampe sekarang punya beberapa temen. (Eh kita temen kan? KAN? KAN? *insecure*)

So, it’s been two good years. :D
Semoga ke depannya saya bisa ngga males2 banget ngurusin balita ini. :mrgreen:

July 17, 2011

And Rain Will Fall

by Ms. Plaida

Tadi sore buka twitter dan baca-baca soal Mocca yang ngadain konser tunggal tapi eh kok tagar-nya #MoccaLastShow. Ternyata ini memang konser terakhir mereka sebelum vakum sampai waktu yang tidak ditentukan. Vokalis sekaligus peniup flute mereka, Arina, yang juga adik bungsu Dewi Lestari dan Key Mangunsong, akan menikah pada tanggal 3 September di Long Beach, CA dan meninggalkan Indonesia pada 17 Agustus. Personil yang lain tidak berminat mencari vokalis pengganti Arina.

Aw.

Sampai sekarang And Rain Will Fall jadi salah satu lagu patah hati favorit saya. Pernah digombalin pake Hyper Ballad. Ngga pernah gagal nyengir pahit klo denger I Remember. Suka banget Secret Admirer karena jadi pemuja gelap adalah salah satu pekerjaan kesukaan saya. Sering mendadak menggumamkan lagu Dream. Pernah bermimpi jadi cewek yang diceritain di Lucky Man.

Biarpun sedih, tapi bersyukur juga karena mereka vakum, bukan mengganti Arina. Uh oh, pasti mimpi buruk.. >.<

Selamat Arina! :’)

Mocca, we miss you already! Kalo sudah kembali, cepat-cepat bikin lagu-lagu manis seperti biasa yaaa.. :D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.