Memang luar biasa nyali timbangan di rumah saya. Sudah tiga bulan ini dengan rutin doi saya injek, saya pelototin, saya sengakin, saya marahin. Tapi dia terlalu berdedikasi. Dia selalu dengan jujur menunjukkan berat badan asli saya. Tanpa korupsi. Pas di angka 55 kg.
Tapi tadi siang, mungkin karena rada takut saya banting (saya ngga makan malam dan belum sarapan, you won’t like me when I’m hungry), akhirnya dengan terpaksa jarum timbangan itu geser dikit ke kiri. Dan saat saya bilang sedikit, emang sedikit. Berat badan saya pada pukul 11.28 tercatat 54,5 kg. Yang kemudian pada pukul 19.17 kembali jadi 55 kg.
Sampai setahun yang lalu, berat badan saya naik turun antara 48 sampai 50 kg. Waktu lulus SMA, berat saya 43 kg. Nembus 45 kg udah sujud syukur banget. Trus selalu balik lagi ke 43 kg.
Badan yang kering dan garing, semua pakaian menggantung di bahu saya yang kurus. Mengesankan apapun yang saya gunakan seperti pakaian hasil minjem. Saya selalu berdoa dikasih badan yang agak segeran. Doa yang baru terkabul selepas KKN. Dan berlangsung sampe sekarang.
Suplai makanan di kantor yang ngga pernah berenti, kewajiban untuk makan di rumah (selama setahun belakangan saya tinggal di rumah mbah, dan makan di rumah secara teratur adalah aturan yang ngga bisa digugat, biarpun sudah makan di luar), kurang gerak (dulu saya sehari bisa jalan selama satu jam, sementara sekarang deket aja naik becak), plus tidur yang terlalu teratur, kemungkinan punya andil dalam menyuburkan saya.
Tentoe sadja, ada lelucon slapstik soal, ‘perempuan itu ngga pinter ngga papa, yang penting anget’ dan kemudian kata ‘anget’ dianggap berbanding lurus dengan jumlah timbunan lemak di tubuh.
Emang terlalu kurus juga ngga baik. Hasil browsing sana sini, perempuan butuh setidaknya 20% lemak dari berat badannya untuk tetap sehat. Jika kurang dari 15-17%, malah bisa berhenti menstruasi.
Dengan tinggi badan cuma 158 cm, lemak saya tentu sudah nemplok dimana-mana, pipi, perut, lengan, pinggul. Klo diliat dari hitungan berat ideal paling simpel (ngga pake Body Mass Index), berat badan ideal = tinggi badan – 110, maka seharusnya berat saya berkisar di angka 48 kg.
Oke, biarpun ini terlalu cepat buat menetapkan resolusi tahun baru 2012, tapi seenggaknya saya tahu kira-kira apa yang harus dilakukan.
Makan teratur. Olahraga teratur.
Bukan cuma soal penampilan, sebenernya. Keluarga saya punya hubungan akrab dengan penyakit degeneratif orang jaman sekarang macam diabetes dan penyumbatan pembuluh darah, yang sayangnya membuat saya jadi turut beresiko kena penyakit yang sama.
Saudara saya yang lebih muda malah sudah kena kolesterol.
Masih banyak pantai untuk didatangi. Buku untuk dibaca. Film untuk ditonton. Orang-orang untuk diajak tertawa. Objek untuk di foto.
Stay healthy.
Posted from WordPress for Android









Whisperer